ZeroDrift Raih US$10 Juta untuk Membuat AI Lebih Patuh Aturan

Share
ZeroDrift Raih US$10 Juta untuk Membuat AI Lebih Patuh Aturan

CLB.my.id - ZeroDrift, startup compliance AI, mengumumkan pendanaan seed senilai US$10 juta. Idenya sederhana tetapi makin dibutuhkan perusahaan, yaitu menempatkan sistem pengawas di antara model AI dan pengguna agar jawaban bermasalah bisa ditandai dan diperbaiki sebelum keluar.

AI yang mengawasi AI lain

Menurut TechCrunch, ZeroDrift bekerja pada lapisan kedua. Model utama tetap menangani permintaan pengguna, sementara ZeroDrift memeriksa apakah pesan yang akan dikirim berpotensi melanggar standar kepatuhan seperti SOC 2 atau GDPR.

CEO Kumesh Aroomoogan menjelaskan bahwa bagian deteksi dijalankan secara deterministik oleh program konvensional. LLM baru dipakai setelah pesan ditandai, yaitu untuk menulis ulang respons agar tetap sesuai aturan.

Kenapa pasar mulai butuh produk seperti ini

Semakin banyak chatbot AI dipasang langsung di depan konsumen. Jika jawaban keliru menyentuh area hukum, finansial, privasi, atau kebijakan internal, risikonya bukan hanya pengalaman pengguna yang buruk, tetapi juga potensi masalah kepatuhan.

ZeroDrift mengklaim pendekatannya bisa lebih rendah latensi dan lebih andal dibanding hanya mengandalkan model besar untuk memperbaiki dirinya sendiri. Pendanaan seed ini diikuti a16z Speedrun, Reign Ventures, Pitchdrive, U&I Ventures, dan investor lain.

Pelajaran untuk bisnis Indonesia

Banyak perusahaan mulai memakai AI untuk CS, sales, onboarding, dan operasi internal. Produk seperti ZeroDrift menunjukkan bahwa fase berikutnya bukan hanya membuat AI bisa menjawab, tetapi memastikan jawaban itu aman, patuh, dan bisa diaudit.

UMKM mungkin belum membutuhkan lapisan compliance serumit perusahaan besar. Namun prinsipnya tetap sama, AI yang berhadapan dengan pelanggan perlu batasan jelas, log, dan mekanisme koreksi.

Read more