Yandex Drops: TWS dengan Asisten AI Alice yang Bisa Jadi Otak Kedua Penggunanya
Yandex Drops: TWS dengan Asisten AI Alice yang Bisa Jadi Otak Kedua Penggunanya
CLB.my.id - Yandex, raksasa teknologi asal Rusia, resmi meluncurkan Yandex Drops, earbuds nirkabel yang menjadi perangkat wearable AI pertama perusahaan. Berbeda dari TWS biasa, Yandex Drops dilengkapi asisten AI bernama Alice yang bisa diakses kapan saja tanpa perlu menyentuh ponsel, sekaligus berfungsi sebagai “otak kedua” yang menyimpan dan mengatur pikiran pengguna.
Fitur My Memory yang Ubah Cara Mengingat
Fitur paling menonjol dari Yandex Drops adalah My Memory, kemampuan eksklusif yang baru pertama kali tersedia untuk pemilik earbuds ini. Dengan My Memory, pengguna bisa menyimpan pikiran, rencana, dan ide hanya dengan berbicara ke Alice AI. Sistem kemudian mengubahnya menjadi catatan terstruktur dan pengingat yang bisa diakses melalui earbuds, chat Alice AI, speaker pintar Station, dan perangkat TV Station.
Contohnya, pengguna bisa bertanya, “Alice, kapan proyek kerajinan harus dibawa ke taman kanak-kanak?” atau “Alice, apa yang ingin kusampaikan ke temanku?” atau bahkan “Alice, hapus panggangan barbekyu dari daftar checklist rumah pedesaanku.” Semua percakapan yang dimulai melalui earbuds tersimpan di bagian Drops Earbuds dan bisa dilanjutkan di chat.
Fitur ini pada dasarnya mengubah earbuds menjadi alat pencatat pribadi berbasis suara yang terintegrasi penuh dengan ekosistem Yandex. Bagi pengguna yang sering kehilangan ide atau lupa janji, My Memory menawarkan cara baru untuk mengelola informasi tanpa harus mengetik.
Spesifikasi Audio yang Tidak Kompromi
Meskipun berfokus pada AI, Yandex Drops tetap menghadirkan spesifikasi audio yang serius. Driver 11 milimeter menghasilkan suara berkualitas tinggi dengan equalizer bawaan yang bisa disesuaikan. Ada tiga mode noise cancellation, yaitu Standard, Adaptive, dan Transparency, yang bekerja baik untuk pemutaran audio maupun mikrofon panggilan.
Earbuds ini juga punya prosesor NPU (Neural Processing Unit) onboard yang memungkinkan perintah cepat dijalankan secara offline. Artinya, beberapa fungsi dasar seperti kontrol musik, panggilan, dan perangkat smart home tetap bisa dijalankan tanpa koneksi internet. Ketahanan IP54 membuatnya aman dari debu dan percikan air.
Baterai bertahan hingga lima jam dengan noise cancellation dan perintah suara aktif, atau hingga delapan jam jika semua fitur AI dimatikan. Tersedia dalam tiga warna, yaitu putih, hitam, dan ungu.
Beli Lewat Chat AI, Bukan Toko Online
Cara penjualan Yandex Drops juga cukup unik. Pada minggu pertama sejak peluncuran 9 Juni 2026, earbuds ini hanya bisa dibeli melalui chat Alice AI. Pengguna cukup mengetik “beli earbuds dengan Alice” di chat, memilih warna, dan melanjutkan ke pembayaran.
Mulai 16 Juni, Yandex Drops tersedia di pengecer elektronik dan mitra ritel di Rusia, Kazakhstan, dan Belarusia. Uzbekistan menyusul pada 30 Juni. Strategi penjualan eksklusif melalui AI chat ini sekaligus menjadi demonstrasi kemampuan Alice AI dalam menangani transaksi e-commerce secara langsung.
Tantangan dan Konteks
Yandex Drops diluncurkan di tengah persaingan ketat perangkat audio berbasis AI. Apple dengan AirPods, Samsung dengan Galaxy Buds, dan berbagai merek TWS asal Tiongkok sudah lebih dulu menguasai pasar global. Namun Yandex mengambil pendekatan berbeda dengan menjadikan AI assistant sebagai fitur utama, bukan sekadar pelengkap.
Di pasar global, tren earbuds dengan asisten AI memang mulai mengemuka. Amazon pernah mencobanya dengan Echo Buds, tetapi fokusnya lebih ke integrasi Alexa untuk smart home. Yandex Drops melangkah lebih jauh dengan membuat AI assistant benar-benar menjadi pusat pengalaman pengguna, termasuk kemampuan menyimpan dan mengelola informasi pribadi lewat suara.
Yang perlu dicatat, Yandex Drops saat ini baru tersedia di pasar negara-negara CIS (Commonwealth of Independent States). Belum ada informasi soal ketersediaan global atau harga di luar wilayah tersebut. Pasar Indonesia yang sangat sensitif terhadap harga TWS kemungkinan belum akan kebagian dalam waktu dekat.
Meski demikian, konsep earbuds yang berfungsi sebagai otak kedua dengan AI assistant yang bisa menyimpan dan mengingat informasi pribadi membuka wawasan baru tentang arah perkembangan perangkat wearable. Jika fitur seperti My Memory terbukti berguna, bukan tidak mungkin produsen TWS besar lain akan mengadopsi pendekatan serupa.
Sumber: Yandex