Supabase Capai Valuasi US0 Miliar, Database Pilihan Jutaan Developer Vibe-Coding

Share
Supabase Capai Valuasi US0 Miliar, Database Pilihan Jutaan Developer Vibe-Coding

CLB.my.id - Supabase, platform database open source yang menjadi fondasi bagi jutaan aplikasi vibe-coding, resmi menyandang status decacorn setelah mengumpulkan US$500 juta dalam putaran pendanaan Seri F. Valuasi perusahaan kini mencapai US$10 miliar sebelum investasi, atau sekitar US$10,5 miliar setelahnya.

Angka ini menggandakan valuasi Supabase hanya dalam delapan bulan. Pada Oktober 2025, perusahaan ini bernilai US$5 miliar setelah mengumpulkan US$100 juta. Dan sebelum itu, pada pertengahan 2025, Supabase baru saja menutup pendanaan US$200 juta dengan valuasi US$2 miliar. Laju pertumbuhan valuasi ini luar biasa bahkan untuk standar Silicon Valley.

Mesin di Balik Revolusi Vibe-Coding

Apa yang membuat Supabase tumbuh begitu cepat? Jawabannya ada pada booming vibe-coding, tren di mana orang membangun aplikasi menggunakan perintah bahasa alami melalui AI, tanpa perlu menulis kode secara manual.

CEO dan co-founder Paul Copplestone mencatat dalam blog post bahwa peluncuran database di Supabase tumbuh lebih dari 600% dalam setahun terakhir. Lebih dari 60% database baru diluncurkan oleh semacam alat AI. Platform ini kini mengklaim hampir 10 juta developer sebagai pengguna, jumlah yang juga berlipat ganda dalam delapan bulan.

Copplestone secara khusus memberikan kredit kepada Claude Code dan Codex, dua alat coding AI populer, karena “memperluas jumlah orang yang bisa membangun.” Supabase juga menjadi database pilihan bagi platform vibe-coding terkemuka seperti Bolt, Figma, Lovable, dan Replit.

Strategi Anti-Mainstream yang Terbukti

Yang menarik dari Supabase bukan hanya pertumbuhannya, tapi juga cara perusahaan ini dibangun. Dalam episode podcast Equity bulan November, Copplestone mengungkapkan bahwa ia menolak untuk berpartisipasi dalam apa yang ia sebut “sh*tification” dari developer tools.

Artinya, ia tidak mau mengejar kontrak jutaan dolar dari perusahaan besar yang kemudian menuntut perubahan produk sesuai keinginan mereka. Sebaliknya, Copplestone tetap berpegang pada visi produknya sendiri. Strategi ini kebalikan dari kebanyakan startup yang biasanya mengejar enterprise customer demi pendapatan cepat.

Hasilnya berbicara sendiri. Dengan tetap fokus pada kebutuhan developer individu dan tim kecil, Supabase berhasil membangun komunitas yang loyal dan terus berkembang. Filosofi ini juga tercermin dalam penggunaan Postgres, database open source yang sudah ada jauh sebelum AI menjadi tren, sebagai engine utama.

Multigres: Operasi Baru untuk Postgres

Bersamaan dengan pengumuman pendanaan, Supabase juga meluncurkan Multigres, sebuah tool yang mereka deskripsikan sebagai “operating system” untuk Postgres. Multigres dirancang untuk menyederhanakan kompleksitas menjalankan Postgres dalam skala besar.

Tugas-tugas yang biasanya menyulitkan developer, seperti mengelola read replicas, failovers, batasan koneksi, dan backup, kini bisa dikelola dari satu tempat secara terpusat. Ini sangat relevan bagi developer yang membangun aplikasi dengan vibe-coding, di mana pertumbuhan pengguna bisa terjadi sangat cepat tanpa perencanaan infrastruktur yang matang.

Postgres sendiri adalah salah satu database relational paling populer di dunia, dikenal karena keandalan dan fiturnya yang lengkap. Namun menjalankannya dalam skala besar tetap membutuhkan keahlian teknis yang signifikan. Multigres hadir untuk menjembatani gap tersebut.

Siapa yang Invest?

Putaran pendanaan Seri F dipimpin oleh GIC, sovereign wealth fund Singapura yang dikenal sebagai salah satu investor institusional terbesar di dunia. Investor yang sudah ada seperti Stripe juga kembali berpartisipasi, bersama dengan investor baru Georgian dan Salesforce Ventures.

Keterlibatan Salesforce Ventures menarik karena menunjukkan bahwa raksasa enterprise software melihat Supabase sebagai bagian penting dari masa depan pengembangan aplikasi. Sementara partisipasi Stripe, perusahaan pembayaran digital terbesar, menggarisbawahi posisi Supabase sebagai infrastruktur kritis bagi ekonomi digital.

Dampak untuk Developer Indonesia

Bagi komunitas developer Indonesia, pertumbuhan Supabase membawa kabar baik. Platform ini menawarkan tier gratis yang cukup generous untuk proyek kecil dan menengah, menjadikannya pilihan ideal untuk startup yang baru merintis atau developer yang sedang belajar.

Dengan semakin populernya vibe-coding di Indonesia, terutama di kalangan anak muda yang ingin membangun aplikasi tanpa latar belakang programming formal, Supabase menjadi salah satu tool yang wajib dipelajari. Kombinasi Supabase dengan AI coding assistant seperti Cursor atau Bolt bisa mempercepat siapa saja untuk mewujudkan ide menjadi produk nyata.

Yang jelas, valuasi US$10 miliar bukan sekadar angka. Ini adalah validasi bahwa era di mana siapa saja bisa membangun aplikasi sudah tiba, dan Supabase ada di jantung revolusi tersebut.***

Read more