Startup Cuaca AI Ini Akuratnya Kalahkan Badan Pemerintah Eropa, Rahasianya Ada di Balon

Share
Startup Cuaca AI Ini Akuratnya Kalahkan Badan Pemerintah Eropa, Rahasianya Ada di Balon

Startup Cuaca AI Ini Akuratnya Kalahkan Badan Pemerintah Eropa, Rahasianya Ada di Balon

WindBorne Systems mengklaim model WeatherMesh-6 mereka lebih akurat dari ECMWF. Kunci keunggulannya bukan hanya algoritma, melainkan 400 balon cuaca yang terbang mengelilingi dunia.

Apa yang Terjadi

CLB.my.id - Sebuah startup AI bernama WindBorne Systems merilis WeatherMesh-6, model peramalan cuaca berbasis kecerdasan buatan yang diklaim lebih akurat dari sistem terdepan yang dikembangkan oleh European Centre for Medium-Range Weather Forecasts (ECMWF). ECMWF selama ini dianggap oleh para meteorolog sebagai penyedia prediksi cuaca paling akurat di dunia, sehingga klaim WindBorne langsung menyita perhatian komunitas sains dan teknologi.

Didirikan oleh sekelompok mahasiswa Stanford pada 2019, WindBorne awalnya membangun balon cuaca yang lebih baik dengan ide menjual data cuaca. Namun ketika model deep learning untuk peramalan cuaca mulai muncul pada 2022, tim ini menyadari bahwa mereka bisa menangkap nilai lebih besar dengan membangun model mereka sendiri. WeatherMesh-6 adalah iterasi keenam dari model tersebut, dan yang pertama mengklaim bisa menyaingi ECMWF.

Mengapa Lebih Akurat dari Badan Pemerintah

Klaim utama WindBorne adalah bahwa WeatherMesh-6 “seakurat prediksi lima hari ke depan dengan prediksi tradisional satu hari sebelumnya,” terutama untuk suhu permukaan. Model ini juga menghasilkan prediksi setiap jam, dibandingkan setiap 6 jam untuk model tradisional, dengan resolusi hingga 3 kilometer di wilayah daratan Amerika Serikat.

Perbaikan utama bukan terletak pada arsitektur model semata, melainkan pada cara data sensor dari balon WindBorne dimasukkan langsung ke dalam model. Pendekatan tradisional yang digunakan badan pemerintah melibatkan proses “asimilasi data” yang lambat dan kompleks. WindBorne memotong jalur tersebut dengan memasukkan data secara langsung dari balon mereka ke dalam model transformer.

Joan Creus-Costa, kepala divisi AI WindBorne, mengatakan bahwa pemasukan data langsung dari balon dan sumber lainnya adalah alasan utama peningkatan di versi terbaru WeatherMesh. Dibutuhkan waktu setahun untuk men-tuning dan mendesain ulang arsitektur model berbasis transformer agar bisa menghasilkan prediksi yang stabil dari data langsung ini.

Keunggulan Data: 400 Balon Mengelilingi Dunia

Rahasia terbesar WindBorne terletak pada infrastruktur data yang mereka bangun sendiri. Perusahaan ini mengoperasikan sekitar 400 balon yang terbang setiap saat, diluncurkan dari 15 situs di seluruh dunia. Balon-balon ini mengumpulkan pembacaan sensor yang kemudian dimasukkan langsung ke dalam model.

John Dean, CEO WindBorne, menekankan pentingnya keunggulan data ini. “Saya secara pribadi tidak memahami model bisnis perusahaan AI cuaca tanpa keunggulan dataset,” ujarnya.

Meskipun versi awal WeatherMesh sangat bergantung pada data ECMWF, WindBorne mengklaim bahwa WeatherMesh-6 akan tetap berjalan dengan baik bahkan tanpa kondisi awal dari ECMWF. Ini menandai pergeseran signifikan dari ketergantungan pada infrastruktur pemerintah menuju kemandirian data.

Insiden dengan Pesawat United Airlines dan Protokol Keamanan Baru

WindBorne sempat mengalami insiden yang melibatkan pesawat United Airlines, yang memaksa perusahaan memperbarui protokol keamanan mereka. Kini, WindBorne menggunakan sistem pengawasan penerbangan global ADS-B (Automatic Dependent Surveillance-Broadcast) untuk memantau lalu lintas udara dan mengarahkan balon menjauhi pesawat.

Perubahan ini menunjukkan bahwa operasi balon cuaca skala besar memerlukan koordinasi yang ketat dengan sistem penerbangan, terutama karena balon terbang di ketinggian yang bisa berpotensi dengan jalur penerbangan komersial.

Model Bisnis dan Pelanggan

WindBorne menjual data balonnya kepada beberapa klien profil tinggi. NOAA (National Oceanic and Atmospheric Administration) di Amerika Serikat membeli data ini untuk digunakan dalam sistem peramalan cuaca nasional. Angkatan Udara dan Angkatan Laut AS juga merupakan pelanggan. Selain itu, WindBorne menjual prediksi kepada investor dan pedagang komoditas yang membutuhkan informasi cuaca untuk keputusan bisnis.

Namun Dean mengatakan perusahaan tetap fokus pada pengembangan model dan infrastruktur data daripada membangun produk SaaS komersial. Alasannya, WindBorne mengantisipasi pergeseran cara konsumsi informasi di masa depan, dari manusia langsung menjadi agen AI yang mengambil keputusan berdasarkan data cuaca.

Konteks Industri: AI Mengubah Peramalan Cuaca

Peramalan cuaca tradisional bergantung pada model berbasis fisika yang dijalankan di superkomputer, proses yang mahal dan lambat. Model AI dari startup dan laboratorium seperti Google DeepMind lebih cepat, tetapi secara historis kalah dalam resolusi dan akurasi jangka panjang dari model fisika.

WindBorne mengklaim telah menutup celah ini. Dengan pendanaan ventura sebesar 25 juta dolar AS dan valuasi yang dilaporkan mencapai 85 juta dolar pada 2024, startup ini memasuki persaingan yang semakin ketat di bidang peramalan cuaca berbasis AI. Bagi Indonesia yang sangat rentan terhadap perubahan cuaca ekstrem, kemajuan dalam peramalan cuaca AI berpotensi memberikan manfaat signifikan untuk pertanian, penerbangan, dan mitigasi bencana.***

Read more