Ramp Kumpulkan US$750 Juta, Startup Fintech Ini Kini Bernilai US$44 Miliar Berkat Cerita AI

Share
Ramp Kumpulkan US$750 Juta, Startup Fintech Ini Kini Bernilai US$44 Miliar Berkat Cerita AI

Ramp Kumpulkan US$750 Juta, Startup Fintech Ini Kini Bernilai US$44 Miliar Berkat Cerita AI

CLB.my.id - Dunia startup kembali dihebohkan oleh kabar pendanaan raksasa. Ramp, platform manajemen pengeluaran korporat yang berbasis di Amerika Serikat, mengumumkan putaran pendanaan baru senilai US$750 juta pada Kamis (4/6/2026). Valuasi perusahaan melonjak menjadi US$44 miliar, hampir tiga kali lipat dalam setahun terakhir.

Putaran ini dipimpin oleh ICONIQ, GIC, dan Ontario Teachers’ Pension Plan, dengan deretan investor baru seperti Goldman Sachs Alternatives, D.E. Shaw & Co., Morgan Stanley Investment Management, Generation Investment Management, Insight Partners, dan BroadLight Capital. Beberapa investor lama juga kembali berpartisipasi.

Pendapatan Melampaui US$1 Miliar

Ramp mencatat pendapatan tahunan yang saat ini mencapai lebih dari US$1 miliar. Bloomberg bahkan melaporkan bahwa pendapatan berjalan perusahaan sudah menembus angka US$1,5 miliar. Perusahaan juga mengklaim telah mencapai arus kas bebas positif dan memiliki lebih dari 70.000 pelanggan, naik dari 50.000 pada November 2025.

Daftar klien Ramp termasuk nama-nama besar seperti Visa, Uber, Shopify, Anduril, dan Figma. Perusahaan yang awalnya hanya menargetkan startup dengan produk manajemen pengeluaran ini kini telah memperluas layanannya ke pembayaran, deteksi penipuan, pengadaan, manajemen vendor, dan bahkan akuntansi.

Strategi AI yang Menjadi Nilai Jual

Yang membuat Ramp menarik di mata investor bukan hanya pertumbuhan bisnisnya, tetapi juga cerita AI yang dibangun di sekitar produknya. Perusahaan menawarkan agen AI (AI agent) di berbagai produknya, mulai dari pengadaan, manajemen pengeluaran, akuntansi, hingga penganggaran.

Salah satu langkah paling menarik adalah peluncuran kartu kredit korporat khusus yang dirancang untuk digunakan oleh agen AI. Ini merupakan respons terhadap tren yang berkembang di mana perusahaan-perusahaan besar mulai mengadopsi AI untuk mengotomatisasi berbagai proses bisnis.

Dalam blog post panjang yang dirilis bersamaan dengan pengumuman pendanaan, CEO Eric Glyman menjelaskan bagaimana perusahaannya membantu bisnis memantau penggunaan token AI dari berbagai penyedia layanan. Infrastruktur Ramp juga disiapkan untuk memungkinkan agen AI melakukan pembayaran atas nama pengguna.

Fokus Baru: Manajemen Biaya AI

Fokus baru ini sangat relevan karena penggunaan dan biaya token AI kini menjadi perhatian utama banyak perusahaan. Kasus terbaru yang menggambarkan tren ini adalah Uber, yang memberlakukan batas US$1.500 per karyawan untuk penggunaan alat AI setelah seluruh anggaran AI tahun 2026 mereka habis hanya dalam empat bulan.

Ramp kini bertaruh bahwa membantu perusahaan mengukur dan mengendalikan biaya AI akan membuka aliran pendapatan baru yang signifikan. Bloomberg melaporkan bahwa Glyman memiliki rencana untuk membawa perusahaan go public, meskipun belum ada tanggal pasti yang disebutkan.

Total dana yang telah dikumpulkan Ramp kini mencapai lebih dari US$3 miliar. Kompetitor utama termasuk Brex yang diakuisisi oleh Capital One senilai US$5,15 miliar tahun ini, serta Rippling, startup bernilai tinggi yang juga menawarkan manajemen pengeluaran bersama alat SDM, TI, dan penggajian.

Dengan valuasi US$44 miliar, Ramp kini menjadi salah satu startup fintech paling berharga di dunia, membuktikan bahwa investor masih sangat antusias dengan perusahaan yang bisa menggabungkan pertumbuhan bisnis kuat dengan narasi AI yang meyakinkan.

Read more