Pencipta Claude Code Tidak Menulis Kode 8 Bulan, Kendalikan Puluhan Ribu Agen AI Sekaligus
Pencipta Claude Code Tidak Menulis Kode 8 Bulan, Kendalikan Puluhan Ribu Agen AI Sekaligus
CLB.my.id - Pencipta Claude Code di Anthropic, Boris Cherny, mengungkapkan fakta yang mengejutkan di Fortune Brainstorm Tech 2026. Ia sama sekali tidak menulis kode secara manual selama delapan bulan terakhir. Sebagai gantinya, ia mengatur armada agen AI yang jumlahnya bisa mencapai puluhan ribu dalam satu waktu.
Cherny menceritakan bahwa pagi harinya ia hanya mengelola beberapa ratus agen. Namun ada hari-hari di mana jumlahnya melonjak hingga ribuan, bahkan puluhan ribu agen yang bekerja secara paralel. Peran seorang developer, menurutnya, sudah berubah total dari menulis kode menjadi mengorkestrasi sistem AI.
Pengungkapan ini disampaikan Cherny dalam sesi wawancara di Fortune Brainstorm Tech 2026 yang berlangsung di Aspen. Pernyataannya langsung menjadi perbincangan hangat di kalangan developer global karena menggambarkan perubahan fundamental dalam cara perangkat lunak dibangun.
Perjalanan Claude Code sendiri tergolong cepat. Delapan belas bulan lalu, alat ini hanyalah satu instance yang berjalan di satu jendela terminal. Kini Claude Code telah bertransformasi menjadi sistem multi-agen yang bisa memicu dirinya sendiri. Dalam sistem ini, Claude tingkat atas mendelegasikan tugas kepada Claude tingkat bawah, dan manusia semakin jarang terlibat dalam proses prompting.
Semua Kode di Anthropic Ditulis oleh Claude Code
Sejak awal 2026, seluruh kode di Anthropic ditulis oleh Claude Code, bukan hanya dibantu olehnya. Output kode perusahaan meningkat delapan kali lipat dibandingkan sebelumnya. Yang lebih menarik, Claude Code mampu menulis basis kode dirinya sendiri dan melakukan tinjauan keamanan secara mandiri.
Sistem ini bahkan sudah mulai memiliki ide sendiri. Claude Code aktif memindai GitHub dan X untuk menentukan fitur apa yang harus dibangun selanjutnya. Cherny mengungkapkan bahwa ketika ia bangun di pagi hari, Claude sering kali sudah bertindak berdasarkan ide-ide baru secara otonom.
Kemampuan ini menjadikan Claude Code sebagai alat coding AI yang paling banyak digunakan di antara 15.000 developer yang disurvei. Kontribusinya terhadap seluruh commit di GitHub mencapai sekitar empat persen, menjadikannya salah satu produk developer yang paling cepat berkembang dalam sejarah.
Dampak Besar dan Risiko yang Mengintai
Cherny membandingkan lonjakan produktivitas coding ini dengan dampak mesin cetak yang memicu Renaisans dan Revolusi Industri. Menurutnya, menurunkan hambatan untuk menciptakan perangkat lunak bisa memicu gelombang inovasi serupa.
Namun Cherny juga tidak menutup mata terhadap risiko. Ketika ditanya tentang perbaikan diri rekursif, di mana sistem AI secara otonom merancang dan membangun versi yang lebih baik dari dirinya sendiri, ia menyebutnya sebagai salah satu risiko besar bagi AI. Anthropic sendiri telah menerbitkan tulisan berjudul When AI Builds Itself yang membahas bagaimana sistem AI semakin banyak mengembangkan model AI masa depan.
Implikasinya bagi para developer dua arah. Alat AI menjadi jauh lebih canggih, tetapi sistem yang menulis kode juga mulai menulis dirinya sendiri. Ambang batas itu baru saja mulai dihadapi oleh industri teknologi global.
Pergeseran ini juga sejalan dengan tren global di mana perusahaan teknologi besar berlomba mengembangkan alat coding berbasis AI. GitHub Copilot dari Microsoft, Cursor, dan berbagai alat serupa terus bersaing memperebutkan pasar developer. Namun klaim Claude Code yang mampu mengelola puluhan ribu agen secara simultan menempatkan Anthropic di posisi unik dalam persaingan tersebut.
Bagi pengguna dan developer di Indonesia, tren ini menandakan pergeseran besar dalam cara kerja di industri teknologi. Peran programmer tidak lagi sekadar menulis baris kode, melainkan beralih menjadi pengarah dan pengawas sistem AI yang bekerja secara otonom. Kemampuan mengorkestrasi agen AI kini menjadi keterampilan yang semakin penting untuk dipelajari oleh siapa pun yang berkarier di bidang teknologi.