Flourish Raih US$500 Juta dari Bezos untuk Cari Algoritma Otak Manusia

Share
Flourish Raih US$500 Juta dari Bezos untuk Cari Algoritma Otak Manusia

Flourish Raih US$500 Juta dari Bezos untuk Cari Algoritma Otak Manusia, Tanpa Produk Sama Sekali

CLB.my.id - Flourish, startup AI yang berbasis di New York, berhasil mengumpulkan dana US$500 juta dengan valuasi US$2,5 miliar. Yang menarik, startup ini belum memiliki produk, benchmark, atau model yang sudah diluncurkan. Pendanaan ini dipimpin oleh Lux Capital dan GV, lengan ventura Alphabet, dengan partisipasi dari Jeff Bezos yang menyumbang hampir US$100 juta.

Bezos awalnya berkomitmen sekitar US$50 juta, tetapi hampir menggandakan investasinya setelah investor profil tinggi lainnya bergabung. Dana yang terkumpul akan digunakan untuk mengejar ambisi yang sangat berani, menemukan “algoritma inti” otak manusia dan merekayasanya ke dalam chip silikon.

Siapa di Balik Flourish?

Startup ini didirikan pada 2024 oleh dua figur yang tidak asing di dunia teknologi. Thomas Reardon adalah otak di balik Internet Explorer yang dibangunnya di Microsoft pada 1994. Ia kemudian mendirikan CTRL-Labs, startup antarmuka saraf yang diakuisisi Meta pada 2019 dengan estimasi nilai US$500 juta hingga US$1 miliar. Teknologi CTRL-Labs kini menjadi fondasi Meta Neural Band, gelang yang memungkinkan pengguna mengontrol kacamata pintar dengan gerakan tangan.

Reardon juga merupakan neurosaintis terkemuka yang kemudian mendalami computational neuroscience. Co-founder lainnya, Rob Williams, adalah mantan eksekutif senior Amazon yang bekerja pada pengembangan Alexa. Williams menggunakan ritual khas Amazon untuk meyakinkan Bezos, menulis press release seolah produknya sudah dibangun, lalu mempresentasikannya untuk keputusan ya atau tidak. Bezos menyetujui pitch tersebut pada Desember 2025, beberapa minggu setelah Williams meninggalkan Amazon.

Cortex AI: AI yang Konsumsi Daya Seperti Otak

Produk yang sedang dikembangkan Flourish disebut Cortex AI, sebuah sistem yang dirancang untuk meniru fungsi otak dengan memetakan neuron nyata dan koneksi-koneksinya melalui bidang yang dikenal sebagai connectomics. Targetnya adalah konsumsi daya hanya 20 hingga 50 watt, setara dengan laptop atau beberapa bohlam LED.

Sebagai perbandingan, kartu grafis server kelas atas mengonsumsi sekitar 30 kali lebih banyak energi daripada otak manusia untuk memproses informasi dengan jenis yang sama. Jika Flourish berhasil menutup celah tersebut, bahkan sebagian saja, ekonomi setiap hyperscaler yang menjalankan workload AI akan berubah total.

Flourish berencana membangun laboratorium neurosains in-house untuk mendukung penelitian ini. Salah satu fokus utama lab tersebut adalah mempelajari kolom kortikal, struktur neuron yang diyakini memainkan peran kunci dalam pemrosesan informasi.

Taruhan Tinggi, Produk Nol

Kritikus sudah mengingatkan bahwa ini adalah taruhan jangka panjang yang sangat berisiko. Para neurosaintis telah menghabiskan dekade mencoba memahami bagaimana otak menghitung, dan tidak ada jaminan bahwa “algoritma inti” itu benar-benar ada, apalagi bisa disalin ke hardware dalam timeline yang berguna.

Komputasi terinspirasi otak, termasuk chip neuromorphic, sudah ditgejar selama bertahun-tahun tanpa menggantikan pendekatan berbasis GPU. Valuasi US$2,5 miliar, yang menurut beberapa sumber bisa mencapai US$3,5 miliar, adalah taruhan pada rekam jejak tim pendiri dan urgensi industri terhadap solusi energi.

Namun bagi investor, energi adalah masalah nyata yang mengancam seluruh industri AI. Hyperscaler berebut akses ke jaringan listrik, kapasitas pendinginan, dan bahkan tenaga nuklir hanya untuk menjalankan kluster pelatihan. Flourish berargumen bahwa industri saat ini mengoptimasi di lapisan yang salah, dan bahwa merekayasa ulang efisiensi otak yang sesungguhnya, bukan sekadar menirunya secara samar, adalah satu-satunya jalan yang kredibel menuju AI berkelanjutan di skala besar.

Pesaing di Lapisan Arsitektur

Flourish bukan satu-satunya yang mengejar efisiensi AI. Startup seperti Groq, Cerebras, dan Etched juga bersaing di lapisan arsitektur chip. Namun Flourish mengambil pendekatan yang sangat berbeda, bukan merancang chip yang lebih cepat, melainkan mencoba memahami cara otak memproses informasi dan merekayasanya dari nol.

Dengan US$500 juta di tangan dan tim yang memiliki track record membangun Internet Explorer hingga antarmuka saraf untuk Meta, Flourish memiliki runway untuk mengejar visi jangka panjangnya. Pertanyaan besarnya tetap sama, apakah algoritma inti otak benar-benar bisa ditemukan dan direkayasa menjadi produk yang berfungsi?***

Read more