Motorola Edge 2026: Desain Kecil yang Berani, 6,3 Inci dan Cuma 160 Gram
Motorola Edge 2026: Desain Kecil yang Berani, 6,3 Inci dan Cuma 160 Gram
CLB.my.id - Motorola mengambil langkah yang jarang dilakukan produsen smartphone pada 2026. Alih-alih mengejar layar makin besar, Edge 2026 justru tampil dengan form factor yang lebih ringkas. Layar 6,3 inci dan bobot hanya 160 gram membuatnya terasa seperti smartphone tradisional, bukan phablet yang mendominasi pasar beberapa tahun terakhir.
Perangkat ini diumumkan untuk pasar Amerika Serikat pada awal Juni 2026 dengan banderol 599,99 dolar AS atau sekitar Rp9,5 juta. Penjualan dimulai 11 Juni melalui toko online dan operator seperti Verizon, AT&T, Cricket Wireless, Spectrum Wireless, dan Xfinity Mobile.
Desain: Kembali ke Ukuran Nyaman
Langkah Motorola mengecilkan layar dari biasanya 6,8 inci menjadi 6,3 inci terasa kontras di era 2026. Bentuknya kini lebih menyerupai Galaxy S26 standar daripada Galaxy S26 Plus yang lebih besar. Bodi ringkas ini juga membawa bobot turun menjadi hanya 160 gram, angka yang sudah jarang terlihat di smartphone modern dengan fitur lengkap.
Bagian belakang hadir dengan warna baru bernama Pantone Martini Olive, dilengkapi pola terinspirasi twill yang memberikan kesan elegan. Motorola menyebut desain ini sebagai “timeless sophistication” yang membedakannya dari sekadar smartphone hitam atau putih biasa.
Untuk ketahanan, Edge 2026 mempertahankan sertifikasi IP68 dan IP69 serta standar militer MIL-STD-810H dari generasi sebelumnya. Perlindungan layar menggunakan Gorilla Glass 7i. Artinya, perangkat ini bukan hanya kecil dan ringan, tetapi juga dirancang untuk bertahan dari kondisi ekstrem.
Layar: Extreme AMOLED dengan Kecerahan 5.200 Nits
Motorola beralih dari teknologi pOLED ke yang mereka sebut Extreme AMOLED. Layar ini mendukung warna 10-bit, resolusi 2.640 x 1.216 piksel, refresh rate 120Hz, dan kecerahan puncak 5.200 nits. Angka kecerahan tersebut menempatkan Edge 2026 di jajaran teratas untuk kelas menengah, memastikan layar tetap terbaca jelas bahkan di bawah sinar matahari langsung.
Resolusi Super HD pada panel 6,3 inci menghasilkan kerapatan piksel yang tinggi, membuat teks dan konten visual terlihat tajam. Kombinasi refresh rate 120Hz dengan touch sampling rate yang responsif juga menjamin pengalaman scrolling dan gaming yang mulus.
Performa: Dimensity 7450
Di balik bodi ringkas, Motorola menyematkan chipset MediaTek Dimensity 7450, versi yang sedikit lebih rendah dari Dimensity 7450X yang digunakan Motorola Razr 2026. Chipset ini dipasangkan dengan RAM 8GB dan penyimpanan 128GB.
Meski bukan chipset flagship, Dimensity 7450 sudah cukup mumpuni untuk penggunaan sehari-hari, multitasking, dan gaming kasual. Pengguna yang membutuhkan performa lebih tinggi mungkin perlu melihat lini Edge 70 Pro atau Edge 70 Pro+ yang menggunakan chipset lebih bertenaga.
Baterainya berkapasitas 5.000mAh, ukuran yang solid untuk perangkat sekecil ini. Pengisian cepat kabel 60W dan pengisian nirkabel 15W sudah tersedia, meski tidak disebutkan dukungan Qi2. Dengan kapasitas baterai ini dan chipset yang efisien, Edge 2026 seharusnya mampu bertahan seharian penuh untuk penggunaan normal.
Kamera: Upgrade Sony LYTIA 710
Kamera utama mendapat peningkatan sensor baru berkat Sony LYTIA 710 yang menawarkan sensitivitas cahaya lebih baik dibandingkan generasi sebelumnya. Konfigurasi kamera belakang terdiri dari kamera utama 50MP, ultrawide 50MP dengan autofocus dan kemampuan makro, serta telefoto 10MP dengan optical zoom 3X.
Rekaman video bisa mencapai 1080p pada 120fps untuk slow motion, tetapi chipset kelas menengah membatasi perekaman 4K hanya pada 30fps. Kamera depan menggunakan sensor 50MP yang sama dengan tahun lalu, sudah lebih dari cukup untuk selfie dan video call berkualitas tinggi.
Peningkatan ke Sony LYTIA 710 menjadi nilai jual utama di sektor kamera. Sensor ini dikenal memiliki kemampuan low-light yang lebih baik, sesuatu yang sering menjadi kelemahan smartphone kelas menengah.
Moto Buds 2 Edisi Pantone Carbon
Bersamaan dengan Edge 2026, Motorola juga meluncurkan Moto Buds 2 dalam warna Pantone Carbon. Spesifikasinya tidak berubah dari peluncuran awal di MWC 2026: driver dinamis 11mm dengan driver planar magnetik 6mm, ANC hingga 55dB, dukungan LDAC untuk pemutaran Hi-Res, dan daya tahan baterai hingga 48 jam.
Moto Buds 2 dalam warna Pantone Carbon dijual mulai 2 Juli 2026 dengan harga 99,99 dolar AS atau sekitar Rp1,6 juta. Earbuds ini ditempatkan satu tingkat di bawah Moto Buds 2 Plus yang sudah mendapat tuning dari Bose.
Posisi di Pasar Indonesia
Keputusan Motorola untuk mengecilkan Edge 2026 menjadi langkah berani di tengah tren layar besar. Di Indonesia, di mana smartphone 6,5 inci ke atas sudah menjadi standar, Edge 2026 menawarkan alternatif bagi pengguna yang menginginkan perangkat ringan dan ringkas tanpa mengorbankan fitur premium.
Kombinasi layar Extreme AMOLED 5.200 nits, ketahanan IP69, kamera Sony LYTIA 710, dan baterai 5.000mAh dalam bodi 160 gram menjadikannya pesaing serius. Jika Motorola membawa Edge 2026 ke pasar Asia Tenggara, perangkat ini bisa menjadi pilihan menarik di kisaran harga Rp8 juta hingga Rp10 juta.
Sumber: Android Authority