DeepSeek Pertama Kali Buka Pendanaan Luar, US Miliar dengan Valuasi Capai US9 Miliar
CLB.my.id - DeepSeek, laboratorium AI asal China yang mengguncang Silicon Valley dengan model AI murah dan open-source, akhirnya membuka pintu bagi investor luar untuk pertama kalinya. Putaran pendanaan perdana ini bernilai fantastis dan langsung menempatkan startup ini di jajaran elite AI global.
Menurut laporan The Next Web yang dikutip Rabu (4/6/2026), DeepSeek sedang dalam proses mengumpulkan sekitar 50 miliar yuan atau setara US$7 miliar dalam putaran pendanaan eksternal pertamanya. Deal ini akan menilai perusahaan antara US$52 miliar hingga US$59 miliar.
Pendiri Danai Sendiri Seperempat Putaran
Yang menarik dari putaran ini adalah komposisi investornya. Pendiri DeepSeek, Liang Wenfeng, berkomitmen menyuntikkan 20 miliar yuan dari kantongnya sendiri, yang berarti seperempat dari total putaran. Langkah ini memastikan Liang tetap memegang kendali penuh atas perusahaan yang ia bangun dengan independensi tinggi.
Tencent, raksasa teknologi China, dilaporkan mempertimbangkan investasi sekitar 10 miliar yuan. Sementara CATL, produsen baterai terbesar di dunia, siap menanam sekitar 5 miliar yuan. IDG Capital dan Monolith Capital juga termasuk di antara calon investor. Putaran ini diharapkan rampung dalam beberapa minggu ke depan.
Dari Proyek Riset Menjadi Entitas Komersial
DeepSeek muncul dari High-Flyer, hedge fund kuantitatif yang dibangun Liang. Selama 18 bulan terakhir, perusahaan ini menjadi laboratorium AI yang paling banyak dibicarakan namun nyaris tidak bisa diinvestasikan oleh pihak luar. Model V3 dan R1 mereka mendapat pengakuan tulus dari Silicon Valley dan memaksa kalibrasi ulang tentang seberapa jauh keunggulan laboratorium AI Amerika.
Model-model itu murah untuk dilatih, kuat dalam reasoning, dan dirilis secara terbuka. Kombinasi yang menggoyang asumsi bahwa AI frontier membutuhkan anggaran sebesar frontier dan bobot tertutup.
Namun yang belum dimiliki DeepSeek adalah mesin pendapatan yang sepadan dengan reputasinya. Pendanaan US$7 miliar ini akan digunakan untuk mengakselerasi komersialisasi, membangun produk, bukan sekadar menerbitkan paper riset.
Ujian Identitas di Depan Mata
Dengan valuasi mendekati US$59 miliar, DeepSeek masih sebagian kecil dari OpenAI atau Anthropic yang masing-masing bernilai ratusan miliar dolar. Namun perbandingan itu justru menyanjung pihak Amerika dalam hitungan dolar dan meremehkan apa yang telah dicapai DeepSeek dengan pengeluaran yang jauh lebih kecil. Reputasi perusahaan ini dibangun di atas prinsip melakukan lebih dengan lebih sedikit.
Pertanyaan besarnya adalah apakah uang luar akan mengubah disiplin itu. Investor yang mengharapkan return cenderung mendorong pengeluaran dan kerahasiaan yang selama ini dihindari DeepSeek.
Perusahaan ini membangun namanya dengan model murah dan terbuka. Babak berikutnya, yang ditulis dengan US$7 miliar dan dewan direksi, akan menguji apakah identitas itu bertahan saat bertemu ekspektasi komersial.
Dampak untuk Ekosistem AI Indonesia
Bagi ekosistem teknologi Indonesia, putaran pendanaan DeepSeek menunjukkan bahwa AI open-source dari China bukan lagi sekadar alternatif murah, tetapi kekuatan serius yang dilirik investor global. Startup dan developer lokal yang memanfaatkan model DeepSeek untuk produk mereka kini punya kepastian bahwa ekosistem di belakang model tersebut akan terus tumbuh dengan suntikan dana segar.
Kompetisi antara model closed-source seperti OpenAI dan open-source seperti DeepSeek juga berarti pilihan yang lebih beragam dan harga yang lebih kompetitif untuk pengguna di negara berkembang.