Cyera Raih US$600 Juta, Startup Keamanan Data Ini Kini Divaluasi US$12 Miliar dalam 18 Bulan
Cyera Raih US$600 Juta, Startup Keamanan Data Ini Kini Divaluasi US$12 Miliar dalam 18 Bulan
CLB.my.id - Cyera, perusahaan keamanan data asal New York, mengumumkan pendanaan baru senilai US$600 juta yang mendorong valuasinya menjadi US$12 miliar. Angka itu naik empat kali lipat dalam tempo 18 bulan saja, menjadikan Cyera salah satu perusahaan keamanan siber swasta paling bernilai di dunia.
Putaran pendanaan terbaru ini dipimpin oleh Evolution Equity Partners, dengan Cyberstarts dan Temasek bergabung sebagai investor baru. Seluruh investor yang sudah ada juga kembali menyuntikkan dana, termasuk Accel, AT&T Ventures, Blackstone, Coatue, dan Spark Capital. Total pendanaan yang dikumpulkan Cyera kini melampaui US$2,3 miliar.
Masalah yang Hampir Tak Terlihat
Di balik angka pendanaan yang fantastis, ada masalah nyata yang menjadi fondasi bisnis Cyera. Survei internal perusahaan menunjukkan bahwa 68 persen perusahaan enterprise tidak bisa membedakan aktivitas manusia dari aktivitas agen AI di dalam infrastruktur mereka sendiri.
Ketika sebuah agen AI mengotomatiskan tinjauan dokumen hukum, sebagian besar sistem enterprise tidak bisa mencatat apa yang diaksesnya, menandai catatan sensitif yang disentuhnya, atau membatasi akses secara real time. Cyera mengklaim bisa melakukan semua itu.
“Satu hal yang dimiliki semua pelanggan kami adalah urgensi untuk memimpin transformasi AI dalam skala dan kecepatan yang belum pernah dunia lihat sebelumnya. Kepercayaan adalah yang membuat itu mungkin, mengetahui apa yang bisa dilihat dan dilakukan AI Anda,” ujar Yotam Segev, CEO dan salah satu pendiri Cyera.
Dari Unit 8200 ke Unicorn Global
Cyera didirikan pada 2021 oleh Yotam Segev dan Tamar Bar-Ilan, yang sebelumnya membangun dan menjalankan divisi keamanan cloud di Unit 8200, unit intelijen sinyal Israel yang terkenal itu. Segev kemudian pindah ke New York untuk lebih dekat dengan pelanggan enterprise, sementara Bar-Ilan menyusul ke sana. Co-founder ketiga, Yonatan Itay, mengelola pengembangan dan operasi di Israel.
Thesis mereka saat mendirikan perusahaan sangat spesifik: industri AI sudah menginvestasikan miliaran dolar untuk chip, model, dan komputasi, tetapi belum membangun lapisan tata kelola yang mengontrol apa yang sebenarnya bisa dijangkau sistem-sistem AI di dalam sebuah perusahaan.
Visi itu terbukti benar lebih cepat dari perkiraan.
Apa yang Dilakukan Cyera
Platform Cyera bekerja dengan menemukan dan mengklasifikasikan data enterprise dalam skala exabyte, lalu menegakkan kontrol atas apa yang bisa diakses agen AI dan pengguna manusia, tanpa mengganggu pipeline yang sudah ada. Perusahaan mengklaim presisi lebih dari 95 persen dalam mengidentifikasi catatan sensitif.
Platform ini menggabungkan DSPM (Data Security Posture Management), pencegahan kehilangan data, tata kelola identitas, dan keamanan agen dalam satu sistem. Konvergensi itu diperkuat ketika Cyera mengakuisisi Trail Security senilai US$162 juta pada Oktober 2024 untuk membangun lapisan DLP-nya.
Dalam setahun terakhir, Cyera telah mengirimkan lebih dari 100 kapabilitas produk baru.
Peta Persaingan yang Makin Ketat
Sejak Mei 2023, tujuh startup DSPM telah diakuisisi oleh vendor keamanan dan teknologi yang lebih besar, termasuk IBM, Rubrik, Palo Alto Networks, CrowdStrike, Tenable, Netskope, dan Proofpoint. Gelombang akuisisi itu meninggalkan Cyera sebagai pemain mandiri terbesar, sekaligus menunjukkan skala pesaing yang kini dihadapinya.
Google sendiri mengakuisisi Wiz senilai US$32 miliar, yang menawarkan lapisan keamanan data posture-nya sendiri. Microsoft Purview, yang tertanam di dalam tumpukan Microsoft 365 dan Azure, juga menjadi ancaman struktural karena perusahaan yang sudah membayar Microsoft punya gesekan rendah untuk beralih ke Purview.
Pertanyaan besarnya adalah apakah Cyera bisa membangun lapisan infrastruktur yang cukup luas dan cukup cepat untuk menjadi pilihan default sebelum jendela peluang menutup.
Masa Depan Keamanan Berbasis AI
Investasi besar ini mencerminkan tren yang lebih luas di industri keamanan siber. Seiring agen AI semakin banyak beroperasi di dalam infrastruktur perusahaan, kemampuan untuk memantau, mengontrol, dan mengaudit akses mereka bukan lagi fitur tambahan, melainkan kebutuhan dasar.
Cyera, yang kini mempekerjakan lebih dari 1.500 orang di 18 negara dan telah melipatgandakan pendapatan berulang tahunannya selama tiga tahun berturut-turut, berada di posisi sentral untuk membangun lapisan kepercayaan yang selama ini luput dari perhatian industri AI.***