ChatGPT Kini Punya Memori yang Jauh Lebih Pintar, Pengguna Gratis Kebagian Juga
ChatGPT Kini Punya Memori yang Jauh Lebih Pintar, Pengguna Gratis Kebagian Juga
CLB.my.id - OpenAI meluncurkan sistem memori baru untuk ChatGPT yang disebut Dreaming V3, arsitektur yang diklaim jauh lebih mampu dan efisien secara komputasi. Pembaruan ini mulai diluncurkan untuk pengguna Plus dan Pro di Amerika Serikat pada 4 Juni 2026, dengan rencana ekspansi ke pengguna gratis dalam beberapa minggu ke depan.
Dreaming bukan fitur baru sepenuhnya. Konsep ini pertama kali diperkenalkan pada April 2025 sebagai proses latar belakang yang memungkinkan ChatGPT secara otomatis mengkurasi memori dari riwayat percakapan. Sebelumnya, sistem memori ChatGPT bergantung pada “saved memories” yang mengharuskan pengguna secara eksplisit meminta ChatGPT untuk mengingat sesuatu.
Masalahnya, saved memories cepat menjadi usang dan tidak relevan. Dreaming V3 menyelesaikan masalah ini dengan menjadi sistem memori utama yang sintesis konteks paling segar dan relevan secara otomatis.
Tiga Kemampuan Utama yang Meningkat
OpenAI mengevaluasi sistem memori berdasarkan tiga kriteria utama, dan masing-masing menunjukkan peningkatan signifikan dari 2024 ke 2026.
Pertama, membawa konteks ke depan. Tanpa memori, ChatGPT memberikan jawaban generik yang panjang. Dengan memori, ia mengingat peralatan spesifik pengguna dan memberikan saran yang benar-benar relevan. Misalnya, jika seorang pengguna fotografi bawah air menyebutkan kamera Sony A1 II dan housing Nauticam, ChatGPT akan mengingat detail ini di percakapan berikutnya.
Kedua, mengikuti preferensi dan batasan. Saat merencanakan perjalanan, ChatGPT yang punya memori bisa mengakomodasi preferensi seperti suka fotografi satwa liar, lebih suka AC kuat, dan menyukai makan malam yang tenang. Hasilnya adalah rencana perjalanan yang benar-benar personal.
Ketiga, tetap terkini seiring waktu. Jika pengguna sedang di Singapura dan meminta rekomendasi makan malam, ChatGPT dengan memori basi akan mengira mereka masih di sana. Dengan Dreaming yang diperbarui, ChatGPT akan menggunakan lokasi rumah pengguna yang sebenarnya.
Fitur Memory Summary
Pengguna bisa melihat dan mengelola apa yang ChatGPT ingat melalui halaman memory summary. Dari sana, pengguna bisa menambahkan atau memperbarui informasi tentang diri mereka, serta mengatur topik-topik apa saja yang boleh dirujuk ChatGPT dan kapan.
Sistem ini melengkapi fitur “memory sources” yang dirilis bersama GPT-5.5 Instant, di mana pengguna bisa melihat informasi yang digunakan ChatGPT untuk mempersonalisasi jawaban, lalu mengedit atau menghapus konteks tersebut sesuai keinginan.
Efisiensi 5 Kali Lipat untuk Pengguna Gratis
Salah satu alasan utama pengguna gratis belum mendapat Dreaming sebelumnya adalah biaya komputasi yang tinggi. OpenAI mengungkapkan bahwa optimasi terbaru telah mengurangi kebutuhan komputasi untuk melayani Dreaming bagi pengguna gratis sekitar 5 kali lipat.
“Kami hanya bisa menawarkan pengguna gratis versi yang memenuhi standar kualitas kami dan praktis untuk dilayani dalam skala besar,” kata OpenAI dalam pengumumannya. “Peningkatan terbaru membuat Dreaming bisa diluncurkan ke pengguna gratis dalam beberapa minggu ke depan.”
Untuk pengguna Plus dan Pro, kapasitas memori juga akan bertambah berkat efisiensi baru ini.
Bagaimana Cara Kerjanya
Dreaming berjalan di latar belakang, memungkinkan ChatGPT belajar dari banyak percakapan dan mensintesis keadaan memori. Pengguna tidak perlu memberikan perintah khusus. Sistem ini secara otomatis memperbarui memori seiring waktu.
Misalnya, Dreaming bisa mengubah catatan dari “Anda akan ke Singapura di Juli” menjadi “Anda sudah ke Singapura di Juli 2026” setelah perjalanan selesai. Kemudian, ketika pengguna sudah di rumah, ChatGPT akan kembali memberikan rekomendasi yang disesuaikan dengan lokasi dan zona waktu rumah.
Pengguna yang lebih menyukai pengalaman saved memories lama bisa beralih kembali melalui pengaturan. Namun, Dreaming kini menjadi sistem memori default baru untuk ChatGPT, menggantikan tumpukan saved memories yang sebelumnya.
Sumber: OpenAI official blog, 9to5Mac, Engadget (4 Juni 2026)