Apoha, Startup AI yang Ciptakan Material Baru, Raih US6 Juta dari Investor Eropa

Share
Apoha, Startup AI yang Ciptakan Material Baru, Raih US6 Juta dari Investor Eropa

CLB.my.id - Startup deep-tech Apoha resmi keluar dari mode stealth dengan suntikan dana US$36 juta untuk membangun model AI yang bisa menciptakan material baru, mulai dari protein hingga cat. Pendekatan mereka unik: menggunakan data tentang bagaimana material berperilaku, bukan sekadar data teks atau gambar seperti model AI kebanyakan.

Dilaporkan Fortune pada Selasa (3/6/2026), startup yang berbasis di London dan San Francisco ini mengumpulkan dana melalui dua putaran, seed round pada 2024 dan putaran tanpa label yang rampung musim semi ini. Putaran terbaru dipimpin oleh firma ventura Eropa Singular, dengan partisipasi Draper Associates serta dukungan lanjutan dari investor seed sebelumnya: Redalpine, Seedcamp, Wilbe, dan Nucleus.

Pendekatan AI yang Berbeda dari Mayoritas

Yang membedakan Apoha dari startup AI lainnya adalah jenis data yang mereka gunakan. Sementara sebagian besar model AI dilatih dengan data teks, gambar, atau video, Apoha membangun model berdasarkan data tentang bagaimana material berperilaku secara fisik dan kimia. Perusahaan menyebutnya sebagai pendekatan “wave form” yang menangkap pola perilaku material pada level molekuler.

Pendekatan ini memungkinkan AI memahami sifat material pada level yang lebih dalam, sehingga bisa merancang material baru dengan properti yang diinginkan. Misalnya, protein dengan fungsi spesifik, produk makanan dengan tekstur tertentu, atau cat dengan daya tahan yang lebih baik. Potensi aplikasinya sangat luas, dari farmasi hingga manufaktur.

Startup ini didirikan oleh Anshika Srivastava dan Shamit Shrivastava. Mereka juga menerima hibah dari Innovate UK, badan inovasi nasional Inggris, yang menambah legitimasi teknologi yang mereka kembangkan. Keterlibatan lembaga pemerintah Inggris menunjukkan bahwa pendekatan Apoha dianggap serius bukan hanya oleh investor swasta, tetapi juga oleh otoritas sains dan inovasi.

Misi Besar di Balik Pendanaan

Dengan total dana terkumpul US$36 juta, Apoha berambisi mengubah cara dunia merancang material. Alih-alih trial and error laboratorium yang memakan waktu berbulan-bulan bahkan tahunan, model AI mereka bisa mempercepat proses discovery material secara dramatis.

Investor yang terlibat bukan pemain sembarangan. Singular adalah firma ventura Eropa yang fokus pada deep-tech, sementara Draper Associates dikenal sebagai investor awal di sejumlah startup teknologi besar. Kombinasi investor ini menunjukkan kepercayaan yang kuat pada visi Apoha dan teknologi yang sedang mereka bangun.

Perusahaan tidak mengungkapkan valuasi pasca-pendanaan, tapi fakta bahwa mereka mengumpulkan US$36 juta untuk teknologi yang masih dalam tahap awal menunjukkan ambisi besar. Dana ini akan digunakan untuk memperluas tim riset, mengembangkan model AI lebih lanjut, dan mulai menjalin kemitraan dengan perusahaan manufaktur dan farmasi.

Mengapa Ini Penting bagi Dunia Material

Industri material saat ini masih sangat bergantung pada proses eksperimen yang lambat dan mahal. Sebuah material baru bisa membutuhkan waktu bertahun-tahun dari konsep hingga produksi komersial. Dengan AI yang bisa memprediksi perilaku material sebelum diuji di laboratorium, siklus ini bisa dipersingkat secara signifikan.

Apoha bukan satu-satunya yang mengejar visi ini, tapi pendekatan “wave form” mereka memberikan pembeda yang jelas. Sementara startup lain fokus pada simulasi molekuler berbasis fisika kuantum, Apoha menggunakan data empiris tentang bagaimana material benar-benar berperilaku di dunia nyata, yang bisa lebih relevan untuk aplikasi industri.

Konteks untuk Indonesia

Bagi Indonesia, teknologi seperti ini punya potensi besar. Sebagai negara dengan industri manufaktur yang berkembang pesat dan sumber daya alam melimpah, kemampuan AI untuk merancang material baru bisa membuka peluang di sektor pertanian, manufaktur, dan energi.

Bayangkan AI yang bisa merancang pupuk dengan formula lebih efisien, material bangunan yang lebih tahan gempa, atau kemasan makanan yang lebih ramah lingkungan. Itulah arah yang dituju Apoha, dan pendanaan US$36 juta ini adalah langkah pertama menuju visi tersebut. Startup dan riset lokal di Indonesia yang bergerak di bidang material science juga bisa memanfaatkan model AI serupa untuk percepatan inovasi di dalam negeri.

Read more