Animasi AI Menjamur di Indonesia, Animator Tidak Punah tapi Perannya Berubah

Share
Animasi AI Menjamur di Indonesia, Animator Tidak Punah tapi Perannya Berubah

CLB.my.id - Tool AI generatif seperti Midjourney, Google Veo 3, Runway, dan Kling mulai mengubah industri animasi Indonesia. Produksi yang dulu butuh tim besar, biaya tinggi, dan waktu panjang kini bisa dipercepat, tetapi bukan berarti animator langsung kehilangan tempat.

Dari kontroversi MBG ke bisnis studio

CNBC Indonesia mencatat sorotan publik sempat muncul saat Komdigi memakai animasi berbasis AI untuk iklan program Makan Bergizi Gratis pada awal 2025. Setahun kemudian, animasi AI makin banyak terlihat, dari konten amatir sampai iklan dan film.

Dermawan Syamsuddin dari Binus University dan AINAKI melihat ada dua sudut pandang. Secara ideologis, AI dianggap mengancam pakem animasi. Secara bisnis, teknologi yang menguntungkan akan dipakai karena melarang AI tidak lagi realistis.

Studio mulai beradaptasi

Visorra dari PT Sora Kreatif Indonesia mulai mengadopsi AI sejak pertengahan 2024. Untuk animasi sederhana, waktu produksi yang dulu sekitar 12 hari kerja bisa menjadi 5 sampai 10 hari kerja dengan AI.

Unicam Studio di Yogyakarta memakai AI setelah permintaan klien, termasuk proyek dokumenter tanpa shooting. CEO Andri Saputro menyebut pendapatan Unicam tumbuh signifikan setelah memakai AI, meski keterampilan dasar animator tetap diperlukan.

Yang berubah adalah skill

AI memang bisa memangkas jumlah kru dan biaya pada proyek tertentu. Namun narasumber CNBC menilai hasil animator profesional dan orang awam tetap berbeda, terutama pada konsistensi visual, mood, intensi, dan quality control.

Bagi animator Indonesia, tantangannya bukan sekadar menolak atau menerima AI. Skill baru seperti prompting, compositing, storyboard berbantu AI, review visual, dan kontrol kualitas akan menjadi pembeda.

Read more