Warp Buka Source Terminalnya, GPT 5.5 Dipakai untuk Kerja Agen Coding Jangka Panjang

Share
Warp Buka Source Terminalnya, GPT 5.5 Dipakai untuk Kerja Agen Coding Jangka Panjang

CLB.my.id - Warp mengambil langkah besar dengan membuka source terminal client dan memperkenalkan model Open Agentic Development. Dalam cerita yang dipublikasikan OpenAI, Warp menempatkan GPT 5.5 sebagai bagian penting dari workflow agen coding yang lebih panjang dan terkoordinasi.

Terminal berubah jadi pusat kerja agen

Warp awalnya dikenal sebagai terminal modern dengan fitur kolaborasi, command workflow, dan antarmuka AI. Ketika agen coding menjadi bagian dari pekerjaan developer, terminal punya posisi strategis karena berisi perintah, konteks proyek, hasil eksekusi, dan jejak review.

OpenAI menyebut Warp kini mendorong Open Agentic Development, yaitu pola ketika manusia menentukan tujuan, mengawasi hasil, dan memutuskan apa yang layak dikirim, sementara agen membantu planning, menulis kode, testing, dan membuka pull request.

Angka yang menarik dari Warp

Dalam benchmark internal Warp, GPT 5.5 disebut memakai 30 persen lebih sedikit token per tugas dibanding GPT 5.4. Warp juga menyebut 90 persen pull request internalnya ikut dibuat bersama agen.

OpenAI menulis Warp memiliki hampir 1 juta developer, digunakan oleh lebih dari 56 persen Fortune 500, ARR tumbuh 35 kali dalam setahun terakhir, dan pendapatan enterprise naik lebih dari 500 persen sejak kuartal IV 2025.

Oz dan masa depan coding agent

Warp juga membangun Oz, platform orkestrasi agen di cloud dan lokal. Oz dipakai untuk menjalankan, mengawasi, memindahkan, dan meninjau workflow agen yang berjalan lama.

Bagi developer Indonesia, arahnya jelas. Coding agent bukan lagi fitur chat kecil di editor. Infrastruktur, observability, izin, memory, dan review manusia mulai menjadi bagian inti dari workflow engineering.

Read more