vivo X Fold 6 Meluncur 26 Juni: Lipat Pertama Tanpa Qualcomm, Kamera 200MP, Baterai 6.900 mAh
vivo X Fold 6 Meluncur 26 Juni: Lipat Pertama Tanpa Qualcomm, Kamera 200MP, Baterai 6.900 mAh
CLB.my.id - vivo secara resmi mengonfirmasi tanggal peluncuran X Fold 6 pada 26 Juni 2026 pukul 19.00 waktu China. Pre-order sudah dibuka di toko resmi vivo, Tmall, dan JD.com. Yang membuat perangkat ini menarik bukan hanya statusnya sebagai penerus X Fold 5, melainkan keputusan besar vivo untuk pertama kalinya meninggalkan chipset Qualcomm di lini lipat flagship-nya.
Setiap generasi sebelumnya dari seri X Fold selalu menggunakan prosesor Qualcomm. X Fold 5 ditenagai Snapdragon 8 Gen 3, sementara X Fold 3 memakai Snapdragon 8 Gen 2. Kini vivo beralih ke MediaTek Dimensity 9500 Super Edition, varian khusus yang menawarkan performa NPU hingga 111 persen lebih tinggi dan konsumsi daya AI 56 persen lebih rendah dibandingkan Dimensity 9500 standar. Pergantian ini bukan sekadar ganti chip untuk variasi, melainkan strategi untuk mengalihkan biaya manufaktur ke komponen lain seperti engsel, kaca layar, dan sistem kamera.
Sistem kamera vivo X Fold 6 bisa dibilang paling ambisius di antara semua ponsel lipat yang ada saat ini. Kamera utamanya menggunakan sensor Samsung HPB berkekuatan 200MP dengan ukuran sensor 1/1,4 inci dan bukaan f/1,68. Ini merupakan peningkatan drastis dari kamera 50MP di X Fold 5. Kamera telefoto periskopnya mengandalkan sensor Sony LYT-602 berkekuatan 50MP dengan sertifikasi Zeiss APO. Kedua kamera dilengkapi stabilisasi CIPA 4,5, angka yang solid untuk kamera ponsel mana pun, apalagi untuk ponsel lipat.
Keunggulan lain yang belum pernah ada di ponsel lipat sebelumnya adalah dukungan teleconverter. X Fold 6 kompatibel dengan Zeiss 200mm Teleconverter G2 yang sebelumnya debut bersama vivo X300 Ultra. Sistem kamera juga ditenagai chip imaging V3+ dan dilengkapi berbagai fitur fotografi berbasis AI termasuk alat editing AI.
Layar dalamnya berukuran 8,02 inci menggunakan panel Samsung M14 yang mampu mencapai kecerahan puncak 5.000 nits. Panel ini juga mendukung mode kecerahan ultra-rendah 1 nit dan telah mendapat sertifikasi TÜV Rheinland Global Eye Protection 3.0. Layar pelindung di bagian luar dilaporkan berukuran 6,51 inci.
Dari sisi baterai, rumor yang beredar menyebutkan kapasitas sekitar 6.900 mAh. Jika angka ini benar, maka X Fold 6 akan memiliki baterai jauh lebih besar dibandingkan Samsung Galaxy Z Fold yang hanya 4.400 mAh. Perangkat akan menjalankan OriginOS 6 Fold, antarmuka kustom vivo yang dirancang khusus untuk produktivitas dan multitasking di layar lipat.
vivo telah merilis video teaser yang menampilkan X Fold 6 dalam tiga pilihan warna: turquoise atau biru gradasi, hitam, dan putih dengan pola menyerupai marmer. Setiap warna memiliki warna frame yang senada dengan bodi perangkat. Desain secara keseluruhan tidak berubah banyak dari X Fold 5, tetapi vivo memberikan sudut yang lebih membulat dan bodi yang sedikit lebih pendek.
Untuk harga, vivo X Fold 6 belum diungkap secara resmi. Namun referensi dari pasar Malaysia menunjukkan harga sekitar 7.699 ringgit atau sekitar Rp29 jutaan. Peluncuran global biasanya menyusul beberapa bulan setelah debut di China, jadi pembeli di Indonesia perlu bersabar untuk ketersediaan resmi.
Pergantian dari Qualcomm ke MediaTek di flagship lipat merupakan langkah berani yang patut diawasi. Jika performa Dimensity 9500 Super Edition terbukti setara atau lebih baik dari Snapdragon di dunia nyata, maka produsen ponsel lain mungkin akan mengikuti jejak serupa. Ini juga menandai era baru di mana MediaTek tidak lagi dipandang sebagai opsi kelas dua untuk perangkat flagship.
Bagi konsumen Indonesia yang mengincar ponsel lipat premium, vivo X Fold 6 menawarkan kombinasi yang sulit diabaikan: kamera beresolusi sangat tinggi, baterai besar, dan chipset yang efisien. Kombinasi ini menjawab tiga keluhan utama pengguna ponsel lipat selama ini, yaitu kamera yang biasa saja, baterai yang cepat habis, dan performa yang tidak optimal di form factor lipat.