Tesla FSD v14.3.4 Rilis, Cybertruck Kini Bisa Dipanggil Sendiri dari Parkiran
Tesla FSD v14.3.4 Rilis, Cybertruck Kini Bisa Dipanggil Sendiri dari Parkiran
CLB.my.id - Tesla mulai menggelontorkan pembaruan Full Self-Driving (Supervised) v14.3.4 yang membawa kabar besar bagi pemilik Cybertruck. Untuk pertama kalinya, truk futuristik Tesla itu kini mendapatkan fitur Actually Smart Summon (ASS) yang memungkinkan kendaraan menjemput pemiliknya di parkiran tanpa ada siapa pun di dalamnya.
Pembaruan dengan nomor firmware 2026.14.6.10 ini pertama kali diumumkan Elon Musk pada 11 Juni 2026 dan saat ini dalam tahap rilis terbatas di Amerika Utara. Hanya sejumlah kecil pemilik Cybertruck yang termasuk dalam kelompok early access FSD yang sudah menerima update ini.
Actually Smart Summon untuk Cybertruck
Fitur Actually Smart Summon memungkinkan pemilik Tesla memanggil kendaraannya dari parkiran atau garasi menggunakan aplikasi di ponsel. Kendaraan akan bergerak sendiri menuju lokasi pemilik atau tempat yang ditentukan, menghindari rintangan, pejalan kaki, dan kendaraan lain menggunakan kamera dan jaringan neural yang tertanam.
Selain ASS, Tesla juga menambahkan fitur Dumb Summon ke Cybertruck. Fitur ini memungkinkan kendaraan bergerak maju atau mundur dalam garis lurus saja, sangat bergantu untuk memarkir atau mengeluarkan kendaraan dari tempat parkir yang sempit atau garasi.
Yang menarik adalah performa kedua fitur ini pada bentuk bodi Cybertruck yang unik. Berbeda dari Model 3, Y, S, atau X yang memiliki siluet konvensional, Cybertruck memiliki dimensi dan sudut yang sangat berbeda. Bagaimana sistem AI menangani navigasi otonom untuk kendaraan sebesar dan seunik Cybertruck masih perlu dievaluasi lebih lanjut oleh publik.
Opsi Parkir Baru di Destinasi
Pembaruan ini juga membawa perubahan signifikan pada antarmuka parkir. Saat kendaraan mendekati tujuan yang diatur di navigasi, layar sentuh tengah kini menampilkan pesan kontekstual yang memberitahu pengemudi apa yang akan dilakukan kendaraan.
Pesan-pesan ini bervariasi tergantung situasi. Misalnya, kendaraan bisa menampilkan “Approaching Destination: Will park on the street” atau “Driving Home” atau bahkan “Driving to Costco”. Saat tiba di tujuan, muncul pop-up yang meminta pengemudi memilih antara “Park” atau “Pull Over”. Jika memilih Pull Over, kendaraan akan menepi dekat tujuan. Jika memilih Park, kendaraan akan memarkirkan dirinya sendiri.
Fitur ini mendapat respons beragam dari pengguna. Sebagian menganggapnya sangat membantu karena memberikan fleksibilitas untuk mengubah keputusan parkir di menit terakhir. Namun sebagian lain mengeluhkan pop-up yang muncul setiap kali tiba di tujuan dianggap mengganggu.
Model AI yang Disatukan
Salah satu perubahan teknis penting dalam FSD v14.3.4 adalah penyatuan model AI antara Actually Smart Summon, FSD, dan Robotaxi. Penyatuan ini bertujuan untuk menciptakan perilaku yang lebih mampu dan andal di berbagai skenario mengemudi.
Sebelumnya, fitur-fitur ini menggunakan model yang terpisah, yang berarti perilaku saat dipanggil di parkiran bisa berbeda dari perilaku saat mengemudi di jalan raya. Dengan penyatuan model, Tesla berharap transisi antar mode menjadi lebih mulus dan konsisten.
Status Global FSD
Sementara pembaruan v14.3.4 masih dalam tahap rilis terbatas, Tesla terus memperluas ketersediaan FSD secara global. Belgia dan Denmark baru-baru ini menyetujui penggunaan FSD di negara mereka, menyusul Belanda, Lithuania, Estonia, dan beberapa negara lain yang sudah lebih dulu memberikan izin.
Di Amerika Serikat, Tesla juga menguji coba Robotaxi tanpa pengemudi di Austin, Texas. Meskipun uji coba tersebut sempat mendapat sorotan setelah salah satu kendaraan Robotaxi menerima tilang parkir sebesar 75 dolar AS, Tesla terus melanjutkan pengembangan teknologi kendaraan otonomnya.
Dampak untuk Pasar Indonesia
Meskipun FSD belum tersedia di Indonesia, pembaruan ini menarik untuk diamati karena beberapa alasan. Pertama, Tesla sudah menjual kendaraan resmi di Tanah Air melalui distributor yang ditunjuk. Kedua, fitur-fitur seperti Smart Summon dan parkir otonom menjadi benchmark bagi seluruh industri otomotif dalam mengembangkan kendaraan otonom.
Produsen mobil listrik China yang juga bermain di pasar Indonesia, seperti BYD dan MG, terus mengembangkan sistem bantuan pengemudi canggih mereka sendiri. Kompetisi global dalam teknologi kendaraan otonom pada akhirnya akan menguntungkan konsumen Indonesia karena mendorong inovasi dan menurunkan harga teknologi serupa di masa depan.
Bagi penggemar teknologi otomotif di Indonesia, perkembangan FSD Tesla juga memberikan gambaran tentang arah masa depan transportasi. Konsep kendaraan yang bisa menjemput pemiliknya, memarkirkan dirinya sendiri, dan bergerak otonom di berbagai skenario bukan lagi fiksi ilmiah, melainkan teknologi yang sedang diuji dan disempurkan secara bertahap.