Surface Laptop Ultra: Laptop Premium Microsoft yang Fokus pada Performa, Bukan Gaya

Share
Surface Laptop Ultra: Laptop Premium Microsoft yang Fokus pada Performa, Bukan Gaya

Surface Laptop Ultra: Laptop Premium Microsoft yang Fokus pada Performa, Bukan Gaya

Microsoft mengubah haluan. Surface Laptop Ultra tidak lagi mengejar tipis-ringan, melainkan performa mentah, baterai tahan lama, dan layar paling terang yang pernah dipasang di perangkat Surface.

Apa yang Terjadi

CLB.my.id - Microsoft memperkenalkan dua perangkat baru bertenaga chip Nvidia RTX Spark di ajang Build 2026: Surface Laptop Ultra dan Surface RTX Spark Dev Box. Keduanya ditujukan untuk profesional, kreator, dan developer yang membutuhkan komputasi AI lokal tanpa harus bergantung pada cloud. Dari kedua perangkat ini, Surface Laptop Ultra menarik perhatian paling besar karena pendekatan desainnya yang berani dan berbeda dari tradisi lini Surface.

Perangkat ini terasa seperti MacBook Pro 16 inci dalam genggaman. Tidak ada engsel yang bisa diputar, layar yang bisa dilepas, atau trik desain lainnya. Ini adalah laptop clamshell murni yang dibangun dengan fokus pada performa. Andrew Hill, Corporate Vice President of Surface Product di Microsoft, menjelaskan prioritas desainnya dengan sangat gamblang.

“Ketika kami menentukan urutan prioritas, performa, performa, performa, baterai, baterai, baterai, layar, layar, layar. Jika ada tradeoff lain yang harus dibuat, biarlah, tapi kami harus memastikan fondasi yang benar-benar diperhatikan orang sudah tepat,” ujar Hill.

Layar Paling Terang yang Pernah Ada di Surface

Surface Laptop Ultra dilengkapi panel mini-LED berukuran 15 inci dengan kecerahan HDR hingga 2.000 nits, menjadikannya layar paling terang yang pernah dipasang Microsoft di perangkat Surface. Dalam demonstrasi di ruangan gelap, kecerahan puncak HDR ini terlihat sangat impresif dan membuat konten terasa hidup.

Trackpad-nya juga mendapat peningkatan signifikan. Ukurannya lebih besar dari trackpad Surface pada umumnya, dan mendukung haptic feedback baru di Windows 11. Fitur ini memberikan pola haptik halus saat kursor mendekati tombol tutup di Windows, atau petunjuk alignment saat mencoba menyeret, mengubah ukuran, atau memutar objek. Ini adalah jenis haptic yang benar-benar mengubah nuansa perangkat dan akan terasa di berbagai interaksi dengan antarmuka Windows 11.

Performa yang Tidak Main-Main

Di balik bodinya, Surface Laptop Ultra dipersenjatai chip Nvidia RTX Spark dengan memori terpadu 128GB. Dalam demonstrasi, perangkat ini mampu menjalankan model AI lokal yang mengonsumsi sebagian besar memori, sambil tetap memainkan game Indiana Jones and the Great Circle secara bersamaan. Ini bukan sekadar klaim marketing, melainkan demonstrasi langsung yang menunjukkan kapasitas komputasi perangkat ini.

Microsoft tidak lagi membawa branding “Copilot Plus PC” secara agresif untuk perangkat ini. Meskipun tetap memenuhi syarat untuk semua fitur Copilot Plus PC, seluruh pemasaran awal diarahkan ke kreator dan developer. Hill menjelaskan bahwa fokusnya adalah memberikan opsi bagi mereka yang ingin melakukan banyak pekerjaan secara lokal tanpa harus membayar ke cloud provider.

“Ada set workload yang berjalan di cloud dan lebih baik di sana, tapi Anda bisa melakukan banyak pekerjaan di sini,” kata Hill.

Desain yang Bisa Diperbaiki

Salah satu aspek yang paling mengesankan dari Surface Laptop Ultra adalah interior perangkatnya. Microsoft mendesain bagian dalam laptop ini seperti karya seni, dengan komponen yang jelas terlabel dan tersusun rapi dalam grid hitam. Perusahaan telah meningkatkan skor perbaikan iFixit dari 0/10 pada 2017 menjadi 8/10 pada 2024 melalui Surface Laptop 7, dan Laptop Ultra tampaknya akan melanjutkan tren positif ini.

Perangkat ini memiliki sejumlah port yang melimpah untuk ukuran laptop premium. Di sisi kiri terdapat dua port USB-C dan satu HDMI. Di sisi kanan, terdapat satu USB-C yang ukurannya sedikit lebih lebar dari yang lain, satu USB-A, dan pembaca kartu SD berukuran penuh. Yang menarik, port Surface Connect magnetis tradisional sudah dihilangkan dari perangkat ini.

Port USB-C yang lebih lebar di sisi kanan menyimpan misteri tersendiri. Ketika ditanya tentang hal ini, Hill hanya tersenyum dan tertawa, mengatakan Microsoft belum bisa berbagi informasi tentang fitur yang akan datang. Spekulasi beredar bahwa ini mungkin terkait dengan pengisian daya proprietary atau konektivitas khusus yang belum diumumkan.

Surface RTX Spark Dev Box: Mini PC untuk Developer

Selain Laptop Ultra, Microsoft juga memperkenalkan Surface RTX Spark Dev Box, sebuah PC desktop mini berbentuk seperti Xbox Series X yang dipipihkan. Perangkat ini menggunakan chip RTX Spark yang sama dengan Laptop Ultra, tetapi dengan thermal envelope 100 watt dibandingkan 80 watt pada laptop. Ini berarti Dev Box mampu menangani beban kerja yang berkelanjutan lebih lama, terutama yang memanfaatkan Tensor core untuk AI dan DLSS.

Body Dev Box terbuat dari aluminium yang dicetak 3D dengan 1.000 lubang ventilasi di chassis, mewakili 1.000 teraflops daya komputasi yang diklaim Microsoft. Di bagian belakang terdapat dua port USB-C, USB-A, HDMI, Ethernet, dan jack headphone.

Berapa Harganya?

Microsoft belum mengumumkan harga resmi untuk kedua perangkat ini. Namun, mengingat “RAMageddon” yang sudah mendorong harga perangkat Surface bertenaga Intel naik, kedua perangkat RTX Spark ini kemungkinan akan berada di kisaran harga premium tertinggi. Surface Laptop Ultra sendiri terasa lebih berat dari Surface Laptop 7, sebuah tradeoff yang disengaja demi performa dan baterai.

Bagi pengguna di Indonesia yang mempertimbangkan laptop premium untuk pekerjaan kreatif atau pengembangan AI lokal, Surface Laptop Ultra menawarkan proposisi yang menarik: performa desktop dalam form factor laptop, tanpa biaya berlangganan cloud yang berkelanjutan.***

Read more