Sony Bravia 7 II Review: TV RGB LED Pertama Sony yang Wajib Dipertimbangkan Sebelum Beli OLED

Share
Sony Bravia 7 II Review: TV RGB LED Pertama Sony yang Wajib Dipertimbangkan Sebelum Beli OLED

Sony Bravia 7 II Review: TV RGB LED Pertama Sony yang Wajib Dipertimbangkan Sebelum Beli OLED

CLB.my.id - Sony akhirnya turun ke arena TV RGB LED dengan Bravia 7 II, dan hasilnya cukup mengejutkan. Teknologi backlight yang menggunakan LED merah, hijau, dan biru secara terpisah ini mampu menghasilkan kecerahan 2.200 nits dan cakupan warna 88 persen BT.2020, sekaligus menjawab keraguan banyak pihak soal color crosstalk yang selama ini jadi momok teknologi RGB LED.

TV seharga US$2.600 untuk ukuran 65 inci ini menempatkan Sony di posisi unik. Bravia 7 II tidak berusaha mengalahkan OLED di sisi kontras, tetapi menawarkan kecerahan dan akurasi warna yang sulit ditandingi panel OLED di harga yang sama. Bagi pembeli Indonesia yang sedang mempertimbangkan TV premium untuk ruang keluarga, ini adalah opsi yang layak masuk daftar pendek.

Teknologi RGB LED: Bedanya Apa dengan TV Biasa?

TV LED konvensional menggunakan backlight berwarna putih atau biru yang kemudian difilter untuk menghasilkan warna berbeda. Proses ini punya keterbatasan, terutama soal kecerahan warna dan efisiensi energi. RGB LED mengubah pendekatan tersebut dengan menggunakan LED merah, hijau, dan biru yang dikendalikan secara individual.

Sony mengambil langkah lebih jauh dengan mengendalikan setiap LED secara terpisah. Hasilnya, TV punya kontrol presisi terhadap campuran warna di setiap zona. Ini berbeda dari pendekatan produsen lain yang mungkin mengelompokkan LED dalam zona-zona lebih besar.

Keuntungan utama RGB LED terletak pada kemampuan menampilkan lebih banyak warna dengan kecerahan lebih tinggi tanpa terlalu bergantung pada color filter. Bagi konten yang dimastering dalam BT.2020, seperti dokumenter alam Planet Earth II, perbedaannya terlihat jelas. Hutan hijau Ekuador tampak lebih hidup, dan warna biru serta cyan burung kolibri terlihat berkilau dari layar.

Akurasi Warna dan Kecerahan yang Mengesankan

Dalam pengujian, Bravia 7 II menghasilkan gambar yang indah di semua konten dalam mode Professional. Akurasi warna dan grayscale untuk SDR sangat baik, meski ada sedikit ketidakakuratan pada warna merah yang sedikit oversaturated. Untuk HDR, warna-warna terang sedikit lebih cerah dari seharusnya, tetapi tidak terlalu mengganggu.

Kecerahan puncak 2.200 nits memang tidak menandingi TCL X11L atau bahkan LG G5 OLED dari tahun lalu, tetapi lebih dari cukup untuk ruang keluarga rata-rata. Mengingat sebagian besar konten masih dimastering pada 1.000 nits, Bravia 7 II punya ruang headroom yang memadai.

Cakupan 88 persen BT.2020 adalah angka yang mengesankan secara teknis. Namun perlu dicatat, masih sangat sedikit konten yang benar-benar memanfaatkan spektrum warna luas tersebut. Sampai lebih banyak film dan serial TV dimastering dalam BT.2020 alih-alih P3, manfaatnya belum akan terasa maksimal untuk pengguna sehari-hari.

Color Crosstalk: Apakah Masalahnya Nyata?

Kekhawatiran terbesar soal RGB LED adalah color crosstalk, yaitu ketika satu warna bocor ke piksel tetangga. Ini terjadi karena LED merah, hijau, dan biru menerangi zona yang mencakup beberapa piksel. Jika mayoritas piksel di zona tersebut berwarna merah, backlight akan menghasilkan cahaya merah dan mengandalkan color filter untuk memisahkan warna sisanya.

Namun dalam pengujian, color crosstalk di Bravia 7 II ternyata bukan masalah berarti. Entah karena crosstalk memang tidak signifikan, atau Sony berhasil mengatasinya lewat pemrosesan gambar yang canggih. Apapun alasannya, hasil akhirnya tetap memuaskan.

Masih terlalu dini untuk menyimpulkan apakah color crosstalk adalah isu nyata atau sekadar kampanye pemasaran dari kompetitor. Seiring lebih banyak TV RGB LED yang beredar dan diuji, gambarannya akan semakin jelas.

Desain dan Fitur yang Menarik, Tapi Ada Catatan

Salah satu fitur desain paling menarik dari Bravia 7 II adalah pedestal stand yang menggunakan layar lenticular di bagian depan. Layar ini membuat kabel yang menggantung di belakangnya tidak terlihat dari pandangan depan, sekaligus tetap memberikan tampilan yang transparan. Solusi manajemen kabel yang cerdas dan unik.

Namun ada keputusan desain yang kurang mengenakkan. Sony hanya menyediakan dua input HDMI yang mendukung 4K 120Hz, dan salah satunya adalah port eARC. Di era ketika produsen TV lain sudah mendukung 4K 120Hz di semua empat input, ini adalah kekurangan yang patut dicatat. Jika berencana menghubungkan soundbar ke port eARC dan ingin menyambungkan lebih dari satu konsol game atau PC untuk gaming refresh rate tinggi, opsimu terbatas.

Layar Bravia 7 II juga cukup reflektif. Pantulan cahaya tidak separah yang terlihat di TV TCL atau Hisense, tetapi layar tidak banyak meredam cahaya. Jika ruanganmu punya banyak lampu atau cahaya langit-langit, Bravia 9 II dengan panel anti-glare mungkin lebih cocok, meski harganya US$1.000 lebih mahal.

Bagaimana dengan OLED?

Pertanyaan yang pasti muncul: apakah Bravia 7 II lebih baik dari OLED? Jawabannya tergantung kebutuhan. Meski teknologi backlight RGB sudah sangat maju, Bravia 7 II tetap adalah TV LCD. Blooming tertangani dengan baik, tetapi tidak bisa menandingi kontrol piksel per piksel dan kontras dalam yang dimiliki OLED.

Jika bisa mengontrol pencahayaan ruangan di siang hari, LG C6 OLED mungkin tetap jadi pilihan lebih baik. Tetapi untuk ruangan yang terang dan membutuhkan kecerahan konsisten, Bravia 7 II punya keunggulan jelas.

Harga dan Nilai

Harga US$2.600 untuk 65 inci memang lebih mahal dari kompetitor. Hisense UR9, TV RGB LED flagship Hisense, dijual US$600 lebih murah. Samsung R85H juga US$500 lebih terjangkau. Tetapi akurasi dan pemrosesan gambar Sony yang superior menurut pengujian membuat selisih harga tersebut sebanding, terutama dibandingkan Hisense.

Bravia 7 II tersedia dalam ukuran 50, 55, 65, 75, 85, dan 98 inci. Dukungan format HDR mencakup Dolby Vision, HDR10, dan HLG. Sistem operasinya menggunakan Google TV, dan fitur gaming mencakup 4K 120Hz, ALLM, serta VRR.

Sony Bravia 7 II membuktikan bahwa RGB LED bukan sekadar gimmick. TV ini menghadirkan performa serius yang layak dipertimbangkan berdampingan dengan OLED, terutama bagi mereka yang mengutamakan kecerahan dan akurasi warna di ruangan terang.***

Read more