Shokz OpenDots 2 dan Air: Earbuds Clip-On yang Makin Ringan, Makin Terjangkau
Shokz OpenDots 2 dan Air: Earbuds Clip-On yang Makin Ringan, Makin Terjangkau
CLB.my.id - Shokz, produsen earbuds yang dikenal dengan teknologi bone conduction, meluncurkan dua model baru sekaligus: OpenDots 2 sebagai varian flagship dan OpenDots Air sebagai opsi entry-level. Keduanya mempertahankan desain clip-on khas yang tidak menutup telinga, namun hadir dengan peningkatan suara dan fitur yang lebih menarik.
Desain clip-on berarti earbuds ini dikaitkan di belakang telinga, dengan driver mengarah ke lubang telinga tanpa menyumbatnya. Hasilnya, pengguna tetap bisa mendengar lingkungan sekitar sambil menikmati musik atau podcast. Desain ini sangat cocok untuk pengguna yang sering beraktivitas di luar ruangan, berlari, atau bersepeda di jalanan ramai.
Shokz OpenDots Air: Entry-Level yang Tidak Murahan
OpenDots Air hadir dengan harga USD129,95, lebih dari USD70 lebih murah dari OpenDots One generasi sebelumnya. Meski berlabel entry-level, kualitas audio tidak dipangkas secara drastis.
Shokz membekali OpenDots Air dengan teknologi Bassphere, struktur akustik spherical generasi terbaru yang memasangkan dua driver custom 11,8mm di setiap sisi. Dioptimasi diafragma yang diperbarui diklaim mampu meningkatkan bass, volume, dan kejernihan secara bersamaan.
Untuk panggilan telepon, OpenDots Air mengandalkan algoritma AI untuk mengurangi kebisingan latar belakang. Tidak ada fitur Active Noise Cancellation (ANC), yang memang konsisten dengan desain open-ear yang mengutamakan kesadaran lingkungan.
Baterai bertahan hingga 9 jam pemakaian, bisa diperpanjang hingga 36 jam dengan charging case. Tidak ada pengisian nirkabel pada varian ini. Satu fitur unik yang tidak dimiliki OpenDots 2 adalah Dynamic Ear Detection, di mana earbuds secara otomatis mendeteksi telinga kiri atau kanan. Pengguna tidak perlu repot menentukan posisi, earbuds akan menyesuaikan sendiri.
Shokz OpenDots 2: Flagship dengan Fitur Lengkap
Varian flagship dibanderol USD199,95 dengan bobot 6,4 gram per earbud, hanya 0,1 gram lebih berat dari OpenDots Air. Peningkatan utamanya ada pada kualitas panggilan dan fitur pencarian.
OpenDots 2 dilengkapi mikrofon bone conduction tambahan yang berfungsi mengisolasi suara pengguna dari kebisingan sekitar saat panggilan telepon. Kombinasi dengan Dolby Audio membuat pengalaman mendengarkan musik dan menonton konten lebih imersif.
Baterai OpenDots 2 sedikit lebih tahan lama, mencapai 10 jam pemakaian dan 40 jam dengan case. Charging case-nya sudah mendukung pengisian nirkabel Qi, fitur yang tidak tersedia di varian Air.
Yang menarik, OpenDots 2 mendukung Google Find Hub. Artinya, jika earbuds hilang, pengguna bisa melihat lokasi terakhir yang tercatat meskipun sudah di luar jangkauan Bluetooth. Fitur ini sangat berguna mengingat ukuran earbuds yang mungil dan mudah terjatuh.
Fitur Bersama
Kedua model menggunakan Bluetooth 6.1 dan mendukung koneksi multipoint ke dua perangkat secara bersamaan. Pengguna bisa beralih antara laptop dan ponsel tanpa perlu memutus dan menyambung ulang koneksi.
Aplikasi Shokz memungkinkan kustomisasi EQ, termasuk preset voice-boosting untuk podcast dan audiobook serta mode privacy yang meredam frekuensi tinggi di lingkungan tenang. Earbuds juga bisa dilacak melalui aplikasi selama masih dalam jangkauan Bluetooth.
Siapa yang Cocok?
OpenDots Air sangat cocok untuk pengguna yang menginginkan earbuds nyaman untuk aktivitas sehari-hari tanpa menguras dompet. Fitur Dynamic Ear Detection-nya bahkan lebih praktis daripada varian flagship.
OpenDots 2 lebih ditujukan untuk pengguna yang sering menerima panggilan telepon di lingkungan bising, menginginkan Dolby Audio, dan sering kehilangan earbuds sehingga butuh fitur Find Hub.
Keduanya tetap mempertahankan keunggulan utama earbuds clip-on: kenyamanan jangka panjang tanpa tekanan di saluran telinga dan kesadaran penuh terhadap lingkungan sekitar. Bagi pengguna di Indonesia yang sering berkendara motor atau berjalan kaki di trotoar ramai, kemampuan mendengar musik sambil tetap waspada terhadap kendaraan adalah nilai jual yang tidak bisa dianggap remeh.
Dari segi konektivitas, Bluetooth 6.1 yang digunakan kedua model menawarkan latensi lebih rendah dan koneksi lebih stabil dibanding generasi sebelumnya. Ini penting untuk pengguna yang sering melakukan panggilan video atau meeting online lewat ponsel sambil tetap terhubung ke laptop. Proses switching antar perangkat berjalan mulus tanpa perlu memutus koneksi manual.
Shokz juga menyediakan opsi kustomisasi EQ melalui aplikasi pendamping yang kompatibel dengan iOS dan Android. Pengguna bisa menyimpan beberapa profil suara berbeda untuk aktivitas berbeda, misalnya profil bass-heavy untuk olahraga dan profil seimbang untuk mendengarkan musik di kantor.