Sakana AI Luncurkan Marlin, Agen Riset 8 Jam yang Hasilkan Laporan Strategis 100 Halaman
Sakana AI Luncurkan Marlin, Agen Riset 8 Jam yang Hasilkan Laporan Strategis 100 Halaman
CLB.my.id - Bayangkan punya analis riset yang tidak pernah tidur, tidak pernah istirahat, dan bisa membaca ribuan dokumen dalam satu sesi kerja. Itulah yang ditawarkan Sakana AI lewat produk komersial pertamanya, Sakana Marlin, agen riset otonom yang bisa menghasilkan laporan strategis setebal lebih dari 100 halaman dalam waktu hingga 8 jam.
Startup yang berbasis di Tokyo ini resmi meluncurkan Marlin pada 15 Juni 2026. Berbeda dari chatbot AI pada umumnya yang menjawab dalam hitungan detik, Marlin dirancang untuk berpikir lebih lama dan lebih dalam. Pengguna cukup memberikan topik riset, melakukan percakapan singkat untuk mempertajam fokus, lalu meninggalkan agen bekerja secara mandiri. Hasilnya berupa portofolio profesional yang mencakup opsi strategis, ringkasan eksekutif dalam format slide, lampiran, referensi, dan laporan riset mendalam.
Bukan Chat Biasa, Melainkan Mesin Peneliti Otonom
Sakana AI menyebut Marlin sebagai “Virtual CSO” atau Chief Strategy Officer virtual. Analoginya sederhana: seperti menempatkan konsultan strategi junior di ruangan dengan papan tulis dan akses internet selama satu hari penuh kerja. Perbedaannya, Marlin tidak mengantuk dan tidak melewatkan detail.
Teknologi inti di balik Marlin adalah Adaptive Branching Monte Carlo Tree Search atau AB-MCTS. Ini adalah evolusi komersial dari riset Sakana AI yang sebelumnya dipublikasikan di jurnal Nature tentang “The AI Scientist”, proyek yang mengotomatisasi penemuan ilmiah. Cara kerjanya mirip mesin catur: Marlin memainkan ribuan jalur riset potensial, mengevaluasi hasilnya, lalu memilih jalur terbaik sebelum berkomitmen.
Yang membuat AB-MCTS berbeda dari pendekatan biasa adalah kemampuannya menyeimbangkan eksplorasi dan eksploitasi secara dinamis. Ketika jalur riset tertentu sudah menghasilkan hasil yang semakin berkurang, sistem akan bercabang ke hipotesis baru. Sebaliknya, ketika menemukan jalur yang menjanjikan, sistem akan menggali lebih dalam. Ada dimensi ketiga yang juga penting: Marlin bisa memilih model AI mana yang paling cocok untuk sub-tugas tertentu, mengorkestrasi jaringan kecerdasan kolektif dari berbagai model.
Dari Penelitian ke Produk Komersial
Perjalanan teknologi ini dimulai pada Juni 2025 ketika Sakana AI pertama kali memperkenalkan framework AB-MCTS sebagai pustaka open source bernama TreeQuest di bawah lisensi Apache 2.0. Pada awal 2026, agen ALE-Agent buatan Sakana berhasil meraih juara pertama di kontes AtCoder Heuristic Contest AHC058, mengalahkan lebih dari 800 programmer manusia dalam tantangan optimasi kombinatorial.
Sakana AI juga memperkenalkan RL Conductor, model berparameter 7 miliar yang dilatih melalui reinforcement learning untuk mengoordinasikan dan mendelegasikan tugas ke berbagai model pekerja, termasuk GPT-5 dan Claude Sonnet 4. Hasnya, performa state-of-the-art pada benchmark penalaran dengan biaya komputasi yang jauh lebih rendah.
Harga dan Ketersediaan
Marlin tersedia langsung melalui situs web Sakana AI dengan sistem pay-as-you-go. Satu kali run membutuhkan 100 kredit. Harga add-on kredit mulai dari 98 yen atau sekitar Rp9.500 per kredit. Ada juga Pro Plan seharga 150.000 yen per bulan dengan 2.000 kredit, Team Plan 400.000 yen per bulan dengan 6.000 kredit, dan Enterprise Plan dengan harga kustom.
Sakana AI mengklaim data pelanggan tidak digunakan untuk pelatihan model tanpa persetujuan eksplisit. Jika pelanggan menyetujui, data diproses untuk menghapus informasi identitas pribadi sebelum digunakan.
Siapa di Balik Sakana AI?
Sakana AI didirikan di Tokyo pada 2023 oleh Llion Jones, salah satu penulis bersama makalah “Attention Is All Need” yang menjadi fondasi arsitektur transformer, dan David Ha, mantan peneliti Google Brain dan kepala riset di Stability AI. Jones pernah mengungkapkan bahwa ia “benar-benar muak” dengan transformer dan memperingatkan bahwa tekanan investor serta obsesi industri terhadap model monolitik telah mengkreativitas industri AI.
Filosofi Sakana AI menolak mentalitas skalasi besar-besaran ala Silicon Valley. Mereka membangun pendekatan berbasis biomimikri dan komputasi evolusioner, meniru cara ikan bergerak berkelompok. Kata “sakana” sendiri berarti ikan dalam bahasa Jepang. Strategi mereka menggunakan jaringan model-model kecil yang berspesialisasi dan berkolaborasi secara dinamis, bukan satu model raksasa.
Pada akhir 2025, Sakana AI menutup pendanaan Seri B dan mencatat valuasi pascapendanaan lebih dari US$2,6 miliar. Investor strategisnya termasuk Khosla Ventures, Lux Capital, NEA, NVIDIA, Google, Mitsubishi UFJ Financial Group, Citi, dan Salesforce.
Dengan Marlin, Sakana AI menandai pergeseran penting dari laboratorium riset ke produk komersial yang bisa langsung dipakai oleh korporasi dan lembaga keuangan. Apakah agen riset 8 jam ini benar-benar menggantikan konsultan manusia? Mungkin belum. Tapi kemampuannya untuk tidak pernah lelah dan tidak pernah lupa sudah cukup untuk mengubah cara kerja tim riset di banyak perusahaan.***