Review Rokid Glasses: Kacamata AI dengan Layar yang Masih Cari Arah

Share
Review Rokid Glasses: Kacamata AI dengan Layar yang Masih Cari Arah

CLB.my.id - Kacamata pintar dengan layar bawaan dan asisten AI di dalamnya, kedengarannya seperti masa depan yang sudah tiba. Rokid Glasses mencoba mewujudkan visi itu dengan menggabungkan AI dan AR dalam satu bingkai kacamata seberat 49 gram. Tapi apakah kenyataannya seindah janjinya?

Setelah diuji oleh PhoneArena selama beberapa minggu, Rokid Glasses yang dijual seharga US$599 ini meninggalkan kesan campur aduk. Ada potensi besar, tapi juga banyak kekurangan yang membuat produk ini terasa seperti prototipe yang dijual terlalu cepat.

Spesifikasi dan Desain

Rokid Glasses menggunakan layar Micro LED monokromatik berwarna hijau dengan resolusi 640x480 dan kecerahan 1.500 nits. Otak pemrosesannya mengandalkan arsitektur dual-chip, Snapdragon AR1 untuk tugas berat dan NXP RT600 untuk tugas ringan. Kameranya memakai sensor Sony IMX681 12MP dengan bidang pandang 109 derajat, sensor yang sama dengan yang dipakai Meta Ray-Ban.

Dari segi kenyamanan, kacamata ini terasa sangat ringan saat dipakai. Reviewer bahkan mengaku sering lupa sedang memakainya. Dari kejauhan, bentuknya mirip kacamata biasa, meski ada konektor pengisian 5 pin yang terlihat di bagian luar dan merusak ilusi tersebut.

Masalah utama di sisi display adalah keterbatasan kontrol. Pengguna hanya bisa menggeser layar secara vertikal, tidak bisa mengubah ukuran atau posisi lainnya. Ini berarti sebagian orang mungkin tidak bisa melihat seluruh konten layar, dan multitasking menjadi mustahil.

Baterai: Kelemahan Terbesar

Ini adalah titik lemah yang paling menyakitkan. Rokid mengklaim baterai 210mAh bisa bertahan 8 jam, tapi kenyataannya hanya mampu bertahan 3,5 hingga 4 jam dalam penggunaan aktif. Saat tidak aktif sekalipun, baterai terkuras cukup banyak karena waktu standby minimum yang dipaksa selama 10 menit setelah kacamata dilepas.

Kabar baiknya, pengisian ulang cukup cepat, sekitar 30 menit dari nol sampai penuh. Tapi untuk penggunaan sehari penuh, terutama saat bepergian, pengguna praktis wajib membeli charging case tambahan seharga US$99.

Fitur AI dan Software

Platform YodaOS Sprite yang dipakai Rokid Glasses mendukung model AI termasuk Gemini dan ChatGPT, tergantung wilayah. Fitur unggulannya meliputi terjemahan suara dari 89 bahasa, teleprompter yang mengikuti bicara, navigasi Google Maps, dan pembayaran nirsentuh GlassPay.

Namun keterbatasannya signifikan. Kacamata ini tidak bisa mengakses aplikasi, kalender, atau catatan dari ponsel. Semua fungsi harus melalui aplikasi Rokid sendiri. Tanpa koneksi internet, kacamata ini praktis tidak bisa melakukan apa-apa. Navigasi juga kesulitan dengan nama lokasi non-Inggris.

Yang lebih mengkhawatirkan, selama masa pengujian kacamata ini merekam dua foto dan satu klip audio sekitar satu menit tanpa izin pengguna. Ini menimbulkan masalah privasi yang serius.

Audio dan Kamera

Kualitas audio cukup mengejutkan, jernih bahkan di lingkungan bising berkat susunan 4 mikrofon dengan pembatalan bising. Namun ada kebocoran suara yang cukup terdengar oleh orang di sekitar.

Kamera menghasilkan foto dengan pemrosesan berat, saturasi tinggi, dan efek halo untuk membantu pengenalan AI. Video bisa merekam hingga 10 menit dan foto hingga resolusi 4K. Yang merepotkan, hasil rekaman harus ditransfer manual ke ponsel melalui aplikasi Rokid, tidak ada sinkronisasi otomatis.

Verdict: Belum Saatnya

Dengan harga US$599, Rokid Glasses berada di posisi sulit. Untuk harga yang sama, Meta Quest 3 menawarkan pengalaman AR dan VR yang jauh lebih kaya. Meta Ray-Ban dijual sekitar US$300 dengan pengalaman serupa minus layar.

Layar memang fitur pembunuh Rokid Glasses, tapi saat ini terasa kurang dimanfaatkan. Sebagian besar fitur sudah tersedia di ponsel, dan beberapa yang bisa membuat perbedaan justru sulit digunakan.

Produk ini cocok untuk early adopter yang bersedia bertaruh pada pembaruan software di masa depan. Tapi untuk pengguna biasa, janji yang ditawarkan belum sebanding dengan harganya. Perbaikan software sudah terlihat selama masa pengujian, tapi butuh waktu lebih sebelum Rokid Glasses benar-benar layak harganya.

Read more