Preply Gabungkan AI dan Tutor Manusia untuk Personalisasi Belajar Bahasa, Hasilnya Mengejutkan

Share
Preply Gabungkan AI dan Tutor Manusia untuk Personalisasi Belajar Bahasa, Hasilnya Mengejutkan

Preply Gabungkan AI dan Tutor Manusia untuk Personalisasi Belajar Bahasa, Hasilnya Mengejutkan

CLB.my.id - Preply, platform belajar bahasa online terbesar di dunia, menemukan formula yang jarang berhasil di industri teknologi: menggabungkan kecerdasan buatan dengan keahlian manusia. Hasilnya, tingkat retensi pelajar menyentuh 75 persen selama lebih dari setahun.

Dengan lebih dari 100.000 tutor di 180 negara dan 90 bahasa, Preply menghadapi tantangan besar. Bagaimana cara memberikan umpan balik personal kepada jutaan pelajar tanpa mengorbankan kualitas pengajaran manusia? Jawabannya ada di teknologi OpenAI.

Lesson Insights: Asisten AI yang Tidak Menggantikan Tutor

Fitur unggulan Preply bernama Lesson Insights. Setelah sesi belajar selesai di Preply Classroom, rekaman pelajaran diubah menjadi transkrip. OpenAI kemudian menganalisis transkrip tersebut dan menghasilkan laporan terstruktur dalam hitungan menit.

Laporan itu mencakup ringkasan topik utama, koreksi tata bahasa beserta penjelasannya, kosakata penting beserta terjemahannya, umpan balik pengucapan, dan rekomendasi langkah belajar berikutnya. Semua ini dikerjakan oleh AI, tetapi tutor tetap memegang kendali penuh atas proses belajar.

Emily Stott, Staff Product Manager Preply, menjelaskan bahwa pelajar menginginkan gambaran lebih jelas tentang perkembangan mereka. Dengan Lesson Insights, Preply bisa memahami persis apa yang dibahas dalam pelajaran dan mengubahnya menjadi latihan yang sangat personal dan terarah.

Angka yang Berbicara

Adopsi fitur ini tergolong luar biasa. Lebih dari 70 persen tutor aktif menggunakan Lesson Insights berbasis AI. Di sisi pelajar bahasa Inggris, angkanya mencapai 75 persen. Yang lebih mengesankan, sekitar 75 persen pelajar aktif terus menggunakan fitur ini lebih dari satu tahun setelah pertama kali mengadopsinya.

Peringkat kepuasan pengguna menyentuh 4,7 dari 5, berdasarkan lebih dari 300.000 penilaian. Skor product market fit mencapai 70 persen, jauh di atas ambang batas yang dianggap menunjukkan permintaan kuat dari pelanggan.

Michelle Garcia Ramos, tutor bahasa Spanyol, berbagi pengalamannya. Sebelum menggunakan fitur AI Preply, ia menghabiskan berjam-jam mempersiapkan kelas dan membuat tugas rumah. Kini, waktu persiapan itu terpotong lebih dari setengahnya.

Transformasi Internal: Dari Eksperimen ke Budaya Perusahaan

Preply tidak hanya menggunakan AI untuk produk pelanggan. Mereka juga melakukan transformasi besar-besaran di operasional internal. ChatGPT Enterprise diluncurkan ke lebih dari 600 karyawan di seluruh kantor global. Penggunaan mingguan aktif melonjak dari 60 persen menjadi 95 persen.

Di tim engineering, Codex digunakan oleh sekitar 94 persen insinyur untuk berbagai keperluan: pembuatan kode, review pull request, debugging, dan percepatan pengembangan. Dmytro Voloshyn, Co-founder dan CTO Preply, mengatakan bahwa Codex membantu menulis kode dengan kecepatan yang sebelumnya tidak terbayangkan.

Perusahaan ini juga membuat Custom GPT untuk kebutuhan spesifik, termasuk Brand Voice GPT yang memastikan konsistensi nada konten di semua saluran komunikasi.

Pelajaran untuk Industri EdTech Indonesia

Keberhasilan Preply memberikan pelajaran berharga bagi startup edtech di Indonesia. Pertama, AI sebaiknya tidak menggantikan pengajar, melainkan memperkuat kemampuan mereka. Kedua, investasi dalam pelatihan dan workshop untuk karyawan sangat krusial dalam adopsi teknologi baru.

Ketiga, fokus pada kasus penggunaan berdampak tinggi dengan nilai yang jelas bagi pengguna. Lesson Insights bukan sekadar fitur teknologi, tetapi solusi nyata untuk masalah yang dihadapi pelajar dan tutor setiap hari.

Keempat, kolaborasi erat dengan penyedia teknologi AI seperti OpenAI membantu mempercepat pengembangan dan skalabilitas solusi. Preply bekerja sama langsung dengan OpenAI untuk panduan produk dan solusi skalabel.

Masa Depan: Personalisasi yang Lebih Dalam

Ke depan, Preply berencana membangun pengalaman belajar yang lebih personal. Mereka ingin menangkap tujuan belajar, perkembangan, kekuatan, dan preferensi pelajar selama berbulan-bulan untuk menciptakan jalur belajar yang terus beradaptasi.

Voloshyn menekankan bahwa masa depan bukan tentang menggantikan manusia. Ini tentang memberi mereka kemampuan baru. AI menangani repetisi dan personalisasi, sementara manusia tetap memegang motivasi dan koneksi yang tidak bisa digantikan mesin.

Bagi pelajar bahasa di Indonesia yang mencari pengalaman belajar personal dengan sentuhan manusia, model yang dikembangkan Preply bisa menjadi referensi. Teknologi sudah tersedia, yang dibutuhkan adalah keberanian untuk mengadopsinya secara bijak.

Read more