Poetic, Startup AI yang Didukung OpenAI, Raup US$50 Juta untuk Otomasi Underwriting
Poetic, Startup AI yang Didukung OpenAI, Raup US$50 Juta untuk Otomasi Underwriting
CLB.my.id - Poetic, startup AI yang selama ini beroperasi dalam mode stealth, akhirnya muncul ke publik dengan pendanaan US$50 juta dan valuasi US$500 juta. Perusahaan ini mendapat dukungan dari nama-nama besar di industri teknologi, termasuk OpenAI, Founders Fund milik Peter Thiel, dan Kleiner Perkins. Misi mereka: mengubah proses bisnis paling sensitif di industri keuangan menjadi sesuatu yang sepenuhnya dijalankan oleh kecerdasan buatan.
Didirikan oleh Markie Wagner, mantan engineer machine learning di Google dan Waymo yang sebelumnya menjalankan konsultan AI Delphi Labs, Poetic menawarkan satu pitch sederhana namun ambisius: “turn your business into software.” Artinya, seluruh prosedur bisnis, mulai dari underwriting asuransi, compliance, hingga deteksi penipuan, bisa diotomasi oleh sistem AI tanpa intervensi manusia yang signifikan.
Klien Besar dan Klaim yang Mengesankan
Daftar klien Poetic langsung mencuri perhatian. SoFi, bank publik AS, AIG, raksasa asuransi global, dan Chime, fintech yang sedang naik daun, disebut sebagai pengguna aktif. Angka-angka yang diklaim Poetic pun cukup mencengangkan.
Di SoFi, Poetic mengklaim mencapai akurasi 99 persen lebih dalam menjalankan investigasi penipuan secara end-to-end hanya dalam waktu lima minggu, dengan kepatuhan 100 persen pada prosedur compliance investigation. Di AIG, perusahaan ini mencatat akurasi serupa pada proses multi-jam yang sebelumnya memerlukan upaya manual signifikan. Untuk satu klien Fortune 500 yang tidak disebutkan namanya, Poetic mengklaim penghematan US$200 juta per tahun dalam deteksi penipuan.
Leigh Marie Braswell, partner di Kleiner Perkins, menyatakan bahwa apa yang dibangun Poetic “genuinely different” karena mampu mengeksekusi proses kompleks dengan akurasi yang melampaui kemampuan tim manusia.
Sistem yang Memperbaiki Diri Sendiri
Cara kerja Poetic terbilang unik. Sistem ini menyerap seluruh prosedur perusahaan, termasuk video pelatihan dan feedback ahli, lalu menjalankan proses dari awal hingga akhir. Yang menarik, sistem ini diklaim mampu memperbaiki diri sendiri ketika software yang mendasarinya berubah.
Untuk membuatnya terjangkau di skala besar, Poetic membangun bahasa pemrograman khusus untuk mengarahkan AI. Pendekatan ini memungkinkan perusahaan menyesuaikan alur kerja tanpa harus menulis ulang seluruh sistem dari nol.
Namun, perlu dicatat bahwa klaim-klaim ini berasal dari Poetic sendiri. Perusahaan belum banyak membocorkan detail teknis tentang cara kerja sistemnya, sehingga sulit untuk memverifikasi secara independen. Hal ini menjadi penting mengingat klaim utama mereka adalah mengotomasi keputusan berisiko tinggi di industri yang teregulasi ketat.
Keamanan Data dan Kepatuhan
Menjawab kekhawatiran soal keamanan data klien, Poetic menyatakan bahwa data klien tetap berada di lingkungan pelanggan sendiri tanpa retensi. Perusahaan juga mencantumkan daftar kepatuhan yang mencakup SOC 2 Type II, PCI, HIPAA, dan GDPR.
Dalam industri keuangan di mana data nasabah adalah aset paling sensitif, klaim zero-retention menjadi daya tarik utama. Namun, pertanyaan besar tetap ada: apakah akurasi “99 persen” yang diklaim bisa bertahan ketika diuji oleh regulator, auditor, dan edge case nyata yang membuat underwriting dan compliance menjadi proses yang rumit.
OpenAI Membangun Ekosistemnya Sendiri
Cerita yang mungkin lebih besar dari Poetic itu sendiri adalah siapa yang mendanainya. OpenAI telah berkembang dari sekadar perusahaan riset AI menjadi perusahaan platform dengan lengan investasi. Mereka menyuntikkan modal ke startup-startup lapis aplikasi yang berjalan di atas model mereka, mulai dari Isara yang membangun agent swarm hingga vehicle investasi ekuitas swasta senilai US$10 miliar.
Setiap cek yang ditulis OpenAI memperdalam jaringan perusahaan yang memperluas, dan bergantung pada, teknologi OpenAI. Poetic masuk ke kategori enterprise workflow automation yang sudah mulai ramai, di mana pergeseran dari generative AI ke agentic AI di sektor keuangan sudah berlangsung.
Persaingan di Ranah Enterprise Automation
Poetic bukan satu-satunya pemain di ruang ini. Banyak startup dan perusahaan besar sudah menawarkan solusi serupa untuk mengotomasi proses bisnis enterprise. Yang membedakan Poetic adalah dukungan nama-nama besar seperti OpenAI dan Founders Fund, serta fokus spesifik pada sektor keuangan yang teregulasi.
Bagi pembaca di Indonesia, tren ini menarik untuk diamati. Industri keuangan Tanah Air, mulai dari perbankan hingga fintech, juga sedang gencar mengadopsi AI untuk efisiensi operasional. Jika model seperti Poetic terbukti berhasil di pasar AS, tidak menutup kemungkinan pendekatan serupa akan diadopsi oleh institusi keuangan di Asia Tenggara.
Uang dan nama OpenAI sedang bertaruh bahwa Poetic bisa membuktikan klaimnya. Waktu dan regulator yang akan menjawab.