OpenAI Hadir di Oracle Cloud, Model Frontier dan Codex Kini Bisa Diakses Lewat Kredit OCI

Share
OpenAI Hadir di Oracle Cloud, Model Frontier dan Codex Kini Bisa Diakses Lewat Kredit OCI

OpenAI Hadir di Oracle Cloud, Model Frontier dan Codex Kini Bisa Diakses Lewat Kredit OCI

CLB.my.id - OpenAI dan Oracle resmi mengumumkan kemitraan strategis yang memungkinkan pelanggan Oracle Cloud Infrastructure (OCI) mengakses model AI frontier OpenAI dan Codex menggunakan kredit cloud yang sudah ada. Langkah ini diprediksi mempercepat adopsi AI di kalangan enterprise yang selama ini terkendala proses pengadaan dan birokrasi internal.

Kemitraan yang Menghilangkan Hambatan Pembelian

Dalam pengumuman resmi yang dipublikasikan pada 10 Juni 2026, OpenAI menjelaskan bahwa pelanggan Oracle akan segera bisa menggunakan kredit Oracle Customer Hub (UCM) yang memenuhi syarat untuk mengakses model OpenAI dan Codex melalui OCI. Artinya, perusahaan tidak perlu lagi membuat jalur pembelian baru atau menambah vendor tambahan hanya untuk menggunakan teknologi AI.

Kemitraan ini lahir dari kebutuhan nyata di lapangan. Banyak perusahaan besar yang ingin menerapkan AI tetapi terbentur birokrasi pengadaan. Proses approval vendor baru di korporasi besar bisa memakan waktu berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan. Dengan memanfaatkan komitmen cloud yang sudah ada bersama Oracle, proses masuknya teknologi AI ke dalam operasional perusahaan menjadi jauh lebih mulus.

“Perusahaan sering ingin menerapkan AI melalui proses pengadaan dan tata kelola yang sudah mereka percaya,” demikian bunyi pernyataan resmi OpenAI. Kemitraan ini dirancang untuk menjawab kebutuhan tersebut tanpa mengorbankan tata kelola enterprise yang ketat.

Apa yang Bisa Dilakukan dengan OpenAI di OCI?

Dengan akses ke model OpenAI melalui OCI, tim pengembang dan bisnis bisa membangun berbagai aplikasi berbasis AI. Kemampuan yang tersedia mencakup pembuatan aplikasi AI, analisis informasi kompleks, otomasi alur kerja, serta penciptaan pengalaman baru bagi pelanggan dan karyawan.

Codex, yang merupakan alat coding AI dari OpenAI, juga termasuk dalam paket akses ini. Codex mampu menulis kode, memperbaiki bug, menjalankan test, bahkan mengelola pull request secara otonom. Tim pengembang di perusahaan yang menggunakan Oracle bisa langsung memanfaatkan agen coding ini untuk mempercepat pengembangan perangkat lunak tanpa perlu berlangganan terpisah.

Bagi organisasi yang sudah memiliki komitmen besar dengan Oracle, kemitraan ini membantu menyelaraskan adopsi AI dengan investasi cloud yang sudah direncanakan. CFO dan tim procurement tidak perlu lagi menyetujui anggaran tambahan karena biaya AI bisa ditampung dalam kontrak Oracle yang berjalan.

Tersedia dalam Beberapa Minggu ke Depan

OpenAI dan Oracle menyatakan bahwa ketersediaan layanan ini akan dimulai dalam beberapa minggu ke depan. Pelanggan yang tertarik disarankan menghubungi perwakilan penjualan Oracle untuk mendapatkan detail lebih lanjut mengenai waktu, ketersediaan, dan cara mengaktifkan akses.

Kemitraan ini menambah daftar panjang langkah OpenAI dalam memperluas distribusi modelnya melalui berbagai platform cloud. Sebelumnya, OpenAI sudah tersedia di AWS melalui Amazon Bedrock dan di Microsoft Azure sebagai mitra utama. Dengan masuknya Oracle, yang memiliki basis pelanggan enterprise yang sangat besar di sektor keuangan, manufaktur, dan pemerintahan, jangkauan OpenAI di pasar enterprise cloud semakin luas.

Persaingan Cloud AI Semakin Ketat

Langkah ini juga mencerminkan semakin ketatnya persaingan di pasar cloud AI. Oracle, yang selama ini dikenal kuat di segmen database dan enterprise resource planning, terus memperdalam kemampuan AI-nya melalui kemitraan dengan pemain besar. Strategi berbeda dari Google yang mengandalkan Gemini atau AWS yang punya Bedrock dengan berbagai model, Oracle memilih menjadi platform distribusi untuk model terbaik di pasaran.

Bagi pengguna di Indonesia, kemitraan ini bisa menjadi kabar baik bagi perusahaan besar yang sudah menggunakan layanan Oracle. Akses ke model OpenAI melalui jalur pengadaan yang familiar bisa mempercepat proyek transformasi digital yang sebelumnya tertunda. Perusahaan di sektor perbankan, telekomunikasi, dan manufaktur yang sudah berinvestasi di infrastruktur Oracle kini punya jalur langsung untuk mengadopsi AI tanpa harus menambah kompleitas procurement.

Kemitraan ini juga sejalan dengan ambisi OpenAI yang terus memperluas jejak infrastruktur global. Baru-baru ini dilaporkan bahwa OpenAI sedang dalam negosiasi untuk menyewa pusat data berkapasitas 10 gigawatt di Ohio, Amerika Serikat, dengan estimasi biaya pembangunan mencapai setidaknya US$500 miliar. Dengan semakin banyaknya jalur distribusi model, baik melalui AWS, Azure, maupun Oracle, OpenAI mempertegas posisinya sebagai pemain utama di pasar AI enterprise global.***

Read more