OpenAI Buka Program Riset Dampak Ekonomi AI, Proposal Terbuka hingga 5 Juli 2026
OpenAI Buka Program Riset Dampak Ekonomi AI, Proposal Terbuka hingga 5 Juli 2026
CLB.my.id - OpenAI meluncurkan program baru bernama Economic Research Exchange pada 8 Juni 2026. Program ini dirancang untuk mendukung riset eksternal yang ketat tentang dampak ekonomi kecerdasan buatan, dengan membuka proposal penelitian bagi peneliti dari seluruh dunia hingga batas waktu 5 Juli 2026.
Inisiatif ini lahir dari kesadaran bahwa AI sedang mengubah cara orang bekerja, cara bisnis beroperasi, dan cara ide diciptakan dan dibagikan. Namun, pemahaman tentang dampak perubahan tersebut tidak bisa hanya mengandalkan anekdot. Dibutuhkan riset empiris yang solid, berbasis bukti dunia nyata, dan dikerjakan oleh komunitas peneliti yang luas.
Apa yang Ditawarkan Program Ini
Melalui Economic Research Exchange, peneliti yang terpilih akan melakukan riset berbasis proyek terstruktur bersama tim OpenAI Economic Research. Tujuannya menghasilkan bukti independen yang kredibel tentang bagaimana AI memengaruhi pekerja, perusahaan, institusi, dan perekonomian secara lebih luas.
OpenAI mencari proposal yang menjawab pertanyaan penting seputar dampak ekonomi AI. Proposal harus menjelaskan bagaimana penggunaan alat dan dataset OpenAI yang diatur secara ketat dan melindungi privasi dapat membantu menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.
“Tujuannya adalah memungkinkan riset yang ketat dan kredibel yang melampaui dataset tradisional, dengan memanfaatkan alat dan dataset OpenAI, sambil tetap menjaga perlindungan privasi pengguna dan penggunaan data yang bertanggung jawab,” demikian pernyataan resmi OpenAI.
Bidang Penelitian yang Dicari
Program ini menyambut proposal dari peneliti dengan keahlian empiris yang kuat di berbagai bidang. Daftar bidang yang diminati mencakup inferensi kausal terapan, pengukuran, ekonomi tenaga kerja, produktivitas, perusahaan, pendidikan, kewirausahaan, keuangan publik, ekonomi regional, pembangunan, kesenjangan, dan bidang terkait lainnya.
Peneliti terpilih akan menjalankan proyek yang sudah didefinisikan ruang lingkupnya dengan milestone yang jelas, tata kelola data yang ketat, dan proses tinjauan yang transparan. Setiap proposal akan dinilai berdasarkan ketelitian metodologis, kelayakan, kesesuaian dengan prioritas program, kejelasan milestone, dan potensi kontribusi bukti eksternal yang kredibel.
Membangun Bukti atas Dampak AI di Dunia Nyata
Economic Research Exchange dibangun di atas upaya OpenAI yang lebih luas untuk meningkatkan pengukuran dampak ekonomi AI, termasuk platform OpenAI Signals yang sudah ada sebelumnya. Dengan mendukung portofolio kolaborasi riset eksternal, OpenAI berharap bisa memperluas basis bukti yang tersedia bagi peneliti, pembuat kebijakan, bisnis, dan publik.
Program ini menjadi semakin relevan di tengah diskusi global tentang masa depan kerja di era AI. Sejumlah studi menunjukkan bahwa AI berpotensi mengubah profil pekerjaan di hampir semua sektor, mulai dari manufaktur hingga jasa profesional. Namun, data empiris yang solid tentang skala dan arah perubahan tersebut masih terbatas.
Bagi peneliti Indonesia, program ini bisa menjadi kesempatan berharga untuk mempelajari dampak AI terhadap ekonomi lokal, terutama di sektor UMKM yang menjadi tulang punggung perekonomian Tanah Air. Pemahaman tentang bagaimana AI memengaruhi produktivitas dan kesempatan kerja di konteks negara berkembang masih sangat minim dan sangat dibutuhkan.
Cara Mendaftar dan Batas Waktu
Proposal dapat diajukan melalui formulir online yang tersedia di situs resmi OpenAI. Batas waktu pengiriman proposal adalah 5 Juli 2026. OpenAI akan meninjau semua kiriman dan memberi tahu peneliti yang terpilih paling lambat 31 Juli 2026.
Informasi lebih lengkap mengenai proses aplikasi tersedia di dokumen Request for Proposals yang dipublikasikan OpenAI, atau melalui email ke econresearch@openai.com.***