OneXPlayer X2 Mini Pro: Handheld PC dengan RAM 64 GB dan Pendingin Cairan
OneXPlayer X2 Mini Pro: Handheld PC dengan RAM 64 GB dan Pendingin Cairan, Harga Mulai US$2.399
CLB.my.id - OneXPlayer resmi mengumumkan harga untuk X2 Mini Pro, handheld PC berlayar OLED 8,8 inci yang ditenagai prosesor AMD Ryzen AI Max+ 388. Perangkat ini hadir dengan RAM hingga 64 GB, opsi pendingin cairan, dan kemampuan menjalankan model AI lokal termasuk OpenClaw. Kampanye crowdfunding di Indiegogo akan dimulai pada 15 Juni 2026.
X2 Mini Pro bukan sekadar handheld gaming biasa. Dengan total performa AI mencapai 118 TOPS dan NPU 50 TOPS, perangkat ini dirancang untuk menjalankan aplikasi AI lokal, game AAA, dan bahkan bisa berfungsi sebagai laptop 2-in-1 berkat keyboard magnetik yang bisa dilepas pasang.
Spesifikasi yang Melampaui Kebanyakan Kompetitor
Di jantung X2 Mini Pro terdapat AMD Ryzen AI Max+ 388, prosesor 8 core/16 thread dengan TDP maksimum 120W dan boost clock 5 GHz. Angka 118 TOPS performa gabungan yang dihasilkan chip ini jauh melampaui Apple Mac Mini M1 hingga M4 yang hanya berkisar 11 hingga 38 TOPS pada Neural Engine-nya.
Perangkat ini dilengkapi layar OLED 8,8 inci dengan refresh rate 144 Hz dan dukungan Variable Refresh Rate (VRR). Untuk penyimpanan, X2 Mini Pro hadir dengan opsi 1 TB atau 2 TB yang bisa diekspansi hingga 4 TB. Pengguna juga bisa menambahkan mini SSD hingga 2 TB dan kartu microSD hingga 2 TB, sehingga total kapasitas penyimpanan bisa mencapai 8 TB.
Kapasitas penyimpanan yang besar ini bukan tanpa alasan. Model AI LLM lokal memerlukan ruang penyimpanan yang signifikan, dan para gamer tentu membutuhkan ruang untuk menginstal beberapa judul game AAA sekaligus.
Kemudahan Menjalankan AI Lokal
Salah satu fitur unggulan X2 Mini Pro adalah kemampuan one-click deployment untuk model AI lokal populer. Biasanya, menginstal OpenClaw atau model AI lainnya di prosesor Ryzen AI Max+ memerlukan beberapa langkah teknis yang rumit. OneXPlayer mengklaim telah menyederhanakan proses ini menjadi satu kali klik.
Bagi pengguna di Indonesia yang tertarik dengan AI lokal, fitur ini bisa menjadi nilai jual utama. Menjalankan model AI di perangkat sendiri berarti data tidak perlu dikirim ke server cloud, yang memberikan keuntungan privasi dan bisa bekerja tanpa koneksi internet.
Desain 2-in-1 dan Sistem Pendingin Fleksibel
X2 Mini Pro dirancang sebagai perangkat multifungsi. Controller game bisa dilepas, dan keyboard magnetik tersedia untuk penggunaan produktivitas. Baterai 85 Wh yang bisa diganti pengguna memastikan perangkat bisa bertahan sesi gaming panjang. Dock charging juga tersedia untuk penggunaan tanpa gangguan.
Untuk model air-cooled, harga dimulai dari US$2.399 untuk konfigurasi 48 GB RAM dan 1 TB SSD, naik hingga US$2.799 untuk versi 64 GB RAM dan 2 TB SSD. Model liquid-cooled ditambah US$60,99 dan bisa dihubungkan ke dock pendingin cairan eksternal Frost Bay untuk performa berkelanjutan yang lebih stabil.
Apakah Harganya Masuk Akal?
Dengan harga mulai US$2.399 atau sekitar Rp38 jutaan, X2 Mini Pro bukan handheld PC murah. Perangkat ini jelas tidak ditargetkan untuk gamer kasual yang hanya ingin bermain game ringan. Target pasar utamanya adalah profesional yang membutuhkan perangkat portabel dengan kemampuan AI lokal, developer yang ingin menguji model AI di lapangan, dan gamer hardcore yang menginginkan performa tanpa kompromi.
Dibandingkan kompetitor seperti Steam Deck OLED yang harganya jauh lebih terjangkau, X2 Mini Pro menawarkan kelas performa yang berbeda sama sekali. Ryzen AI Max+ 388 dengan 118 TOPS dan RAM 64 GB menempatkan perangkat ini lebih dekat ke workstation portabel daripada handheld gaming konvensional.
Pasar Handheld PC yang Semakin Ramai
Peluncuran X2 Mini Pro menambah daftar panjang handheld PC premium yang muncul di 2026. Pasar ini terus tumbuh sejak keberhasilan Steam Deck membuka segmen baru. Namun, fokus X2 Mini Pro pada kemampuan AI lokal dan desain 2-in-1 memberikan diferensiasi yang cukup jelas dari kebanyakan pesaing.
Bagi konsumen Indonesia, ketersediaan dan harga lokal tentu menjadi pertimbangan utama. Hingga berita ini ditulis, OneXPlayer belum mengumumkan ketersediaan resmi di pasar Asia Tenggara. Kampanye Indiegogo yang dimulai 15 Juni kemungkinan akan menjadi jalur distribusi utama untuk pembeli di luar pasar utama.