Midjourney Bikin Pemindai Seluruh Tubuh dalam 60 Detik, Klaim Bisa Cegah 30 Persen Kematian

Share
Midjourney Bikin Pemindai Seluruh Tubuh dalam 60 Detik, Klaim Bisa Cegah 30 Persen Kematian

Midjourney Bikin Pemindai Seluruh Tubuh dalam 60 Detik, Klaim Bisa Cegah 30 Persen Kematian

CLB.my.id - Midjourney, perusahaan yang selama ini dikenal sebagai pembuat AI generator gambar dari teks, tiba-tiba mengumumkan proyek yang sama sekali di luar dugaan. Perusahaan ini tengah mengembangkan mesin pemindai seluruh tubuh berbasis ultrasonik yang mampu menghasilkan peta 3D tubuh manusia dalam waktu kurang dari 60 detik. Klaimnya bahkan lebih berani: teknologi ini disebut bisa mencegah 30 persen kematian dan menghemat 50 persen biaya layanan kesehatan global.

Dalam pengumumannya, Midjourney mengakui bahwa proyek ini tidak ada hubungannya dengan bisnis utama mereka selama ini. Namun, perusahaan menyebut tengah bertanya pada diri sendiri tentang arah masa depan. Jawabannya adalah meluncurkan divisi baru bernama Midjourney Medical, dengan Scanner sebagai produk perangkat keras pertama mereka.

Cara Kerja Pemindai yang Disebut Mirip Lumba-Lumba

Proses pemindaiannya terbilang unik. Pengguna berdiri di atas platform, lalu tubuhnya akan melewati air yang naik secara perlahan. Di dalam mesin terdapat cincin yang terdiri dari setengah juta kotak kecil sebesar butiran pasir, di mana masing-masing mampu memancarkan dan merekam gelombang ultrasonik.

Midjourney mengibaratkan pengalaman ini seperti dikelilingi setengah juta lumba-lumba kecil dari segala arah. Lumba-lumba memang dikenal menggunakan ekolokasi untuk “melihat” lingkungan sekitarnya, dan prinsip serupa diterapkan pada pemindai ini. Hasilnya berupa peta 3D tubuh dengan detail hingga sebagian milimeter, yang menurut Midjourney menyerupai hasil MRI tetapi dengan kecepatan hampir seratus kali lipat.

Kolaborasi dengan Butterfly Network dan Mantan Insinyur Apple

Midjourney tidak mengembangkan teknologi ini sendirian. Mereka berkolaborasi dengan Butterfly Network, produsen perangkat ultrasound genggam. Pada November 2025, Midjourney menandatangani perjanjian lisensi eksklusif untuk teknologi ultrasound-on-chip dari Butterfly Network.

Proyek ini dipimpin oleh Ahmad Abbas, kepala proyek perangkat keras konsumen Midjourney yang bergabung pada akhir 2023. Sebelum di Midjourney, Abbas bekerja di Apple dan terlibat dalam pengembangan Vision Pro, headset mixed reality andalan Apple.

Rencana Ambisius hingga 2031

Midjourney memiliki roadmap yang sangat ambisius. Dalam 12 bulan ke depan, mereka akan menyempurnakan algoritma dan perangkat keras Scanner, menjalankan uji coba riset, serta merancang generasi kedua perangkat. Spa pertama yang menempatkan Scanner direncanakan buka di San Francisco tahun depan.

Langkah berikutnya adalah mendapatkan persetujuan dari FDA, badan pengawas obat dan makanan Amerika Serikat, untuk kemampuan diagnostik mesin ini. Pada 2028, Midjourney berencana memperluas ke lebih banyak kota dan meluncurkan generasi ketiga dengan chip kustom untuk kualitas gambar yang jauh lebih baik.

Target paling ambisius mereka adalah menempatkan 50.000 unit Scanner di seluruh dunia pada 2031. Pernyataan bahwa teknologi ini bisa mencegah 30 persen kematian dan menghemat 50 persen biaya kesehatan memang sangat berani dan masih perlu dibuktikan melalui uji klinis yang ketat.

Lompatan Besar dari AI Gambar ke Kesehatan

Kepindahan Midjourney dari AI generator gambar ke teknologi medis adalah salah satu pivot paling dramatis dalam sejarah perusahaan teknologi. Sementara perusahaan AI lain berlomba membangun chatbot dan asisten digital, Midjourney memilih jalur yang sama sekali berbeda.

Pertanyaan besar tentu apakah perusahaan yang berpengalaman di bidang AI generatif gambar benar-benar bisa bersaing di industri medis yang sangat teregulasi. Persetujuan FDA bukanlah hal yang mudah diraih, dan klaim pencegahan 30 persen kematian memerlukan bukti klinis yang kuat.

Namun, jika Midjourney berhasil merealisasikan visinya, dampaknya terhadap dunia kesehatan bisa sangat signifikan. Pemindai seluruh tubuh dalam 60 detik dengan harga yang terjangkau berpotensi mengubah cara masyarakat menjalani pemeriksaan kesehatan secara fundamental.***

Read more