Microsoft Surface Laptop Ultra: Layar 2.000 Nits dan Chip RTX Spark

Share
Microsoft Surface Laptop Ultra: Layar 2.000 Nits dan Chip RTX Spark

CLB.my.id - Microsoft memperkenalkan Surface Laptop Ultra di Build 2026 dan langsung menarik perhatian. Perangkat ini bukan laptop hybrid dengan engsel putar atau layar yang bisa dilepas. Ini adalah laptop clamshell 15 inch murni yang dibangun dengan satu fokus: performa tanpa kompromi.

Ditenagai chip Nvidia RTX Spark yang baru diumumkan, Surface Laptop Ultra disebut Microsoft sebagai “perangkat paling powerful yang pernah kami buat.” Tom Warren dari The Verge berkesempatan mencoba langsung perangkat ini dan hasilnya cukup menjanjikan.

Layar Paling Terang dari Microsoft

Microsoft memilih panel mini LED 15 inch yang mampu mencapai kecerahan HDR hingga 2.000 nits. Warren mengonfirmasi klaim ini setelah melihat demo di ruangan gelap, menyebutnya sebagai layar paling terang yang pernah dipasang Microsoft di perangkat Surface.

Kecerahan sebesar ini bukan sekadar angka. Untuk pengguna yang bekerja di luar ruangan atau di lingkungan dengan pencahayaan kuat, perbedaannya sangat terasa. Konten HDR juga terlihat lebih hidup dengan warna yang lebih kaya dan kontras yang lebih tajam.

Trackpad dengan Haptics Baru

Trackpad Surface Laptop Ultra tidak hanya lebih besar dari trackpad Surface lainnya, tapi juga dilengkapi sistem haptics baru yang terintegrasi dengan Windows 11. Sistem ini memberikan pola haptic halus saat kursor mendekati tombol close, atau isyarat alignment saat mencoba menyeret, mengubah ukuran, atau memutar objek.

Ini adalah jenis haptics yang benar-benar mengubah nuansa penggunaan perangkat. Warren berharap produsen laptop lain segera mengadopsi teknologi serupa.

Performa yang Membuktikan Klaim

Dalam demo, Surface Laptop Ultra menjalankan model AI lokal yang mengonsumsi sebagian besar dari 128GB memori unified, sambil tetap bisa memainkan Indiana Jones and the Great Circle secara playable. Ini menunjukkan kemampuan multitasking yang luar biasa berkat arsitektur memori unified dari RTX Spark.

Soal pendingin, laptop ini memiliki hot spot tepat di atas keyboard. Terasa hangat saat disentuh, tapi tidak cukup panas untuk tidak nyaman dipangku. Microsoft menggunakan dua kipas yang hampir tidak terdengar bahkan saat beban hampir penuh.

Perbaikan yang Mudah

Di bagian dalam, Microsoft menunjukkan desain yang layak disebut karya seni. Komponen-komponen tertata rapi dalam grid hitam dengan penanda yang jelas. Ini melanjutkan fokus Microsoft pada repairability yang sudah meningkatkan skor iFixit Surface dari 0/10 pada 2017 menjadi 8/10 pada 2024.

Port yang Melimpah

Surface Laptop Ultra punya kejutan soal port. Di sisi kiri ada dua port USB-C dan satu HDMI. Di sisi kanan, satu USB-C, satu USB-A, dan pembaca SD Card ukuran penuh. Yang menarik, salah satu port USB-C di sisi kanan sedikit lebih lebar dari yang lain.

Warren bertanya tentang port USB-C misterius ini kepada Andrew Hill, Corporate Vice President Surface, dan Hill hanya tersenyum sambil tertawa, mengatakan Microsoft akan berbagi lebih banyak informasi akhir tahun ini. Mengingat laptop ini tidak punya port Surface Connect magnetic charging tradisional, ada kemungkinan Microsoft sedang menyiapkan sesuatu yang baru.

Fokus pada Developer dan Kreator

Menariknya, Microsoft tidak banyak berbicara tentang branding Copilot Plus PC untuk perangkat ini. Meski tetap memenuhi syarat untuk semua fitur Copilot Plus PC, pemasaran awal sepenuhnya menyasar profesional, kreator, dan developer.

Hill menjelaskan filosofinya: “Yang Anda miliki di sini adalah opsi di mana Anda bisa melakukan banyak pekerjaan secara lokal di perangkat yang Anda miliki. Jika ingin memanfaatkan cloud, silakan, tapi Anda tidak dikenakan biaya per token.”

Surface RTX Spark Dev Box

Selain laptop, Microsoft juga memperkenalkan Surface RTX Spark Dev Box, mini PC untuk developer. Bodinya terbuat dari aluminium 3D-printed dengan 1.000 lubang ventilasi yang merepresentasikan 1.000 teraflops performa komputasi.

Dev Box memiliki thermal envelope 100 watt, lebih besar dari 45-80 watt pada laptop, sehingga lebih mampu menangani beban kerja berkelanjutan. Perangkat ini sudah dikonfigurasi dengan Visual Studio Code, GitHub Copilot, dan tools developer lainnya. Developer Mode sudah aktif, PowerShell 7 menjadi shell default, dan widget sudah dihilangkan.

Harga Masih Misterius

Baik Surface Laptop Ultra maupun Dev Box akan tersedia akhir tahun ini. Harga belum diumumkan, tapi mengingat kenaikan harga yang sudah terjadi akibat “RAMageddon” di perangkat Surface bertenaga Intel, perangkat RTX Spark kemungkinan akan berada di segmen premium tertinggi.

Yang jelas, Microsoft tidak main-main dengan ambisinya di era chip Arm. Surface Laptop Ultra bukan sekadar laptop baru, ini adalah pernyataan bahwa Windows on Arm akhirnya siap untuk tugas berat.***

Read more