Leica Cine Compact 1: Proyektor Laser 4K Mini yang Bisa Diputar 360 Derajat Tanpa Layar

Share
Leica Cine Compact 1: Proyektor Laser 4K Mini yang Bisa Diputar 360 Derajat Tanpa Layar

Leica Cine Compact 1: Proyektor Laser 4K Mini yang Bisa Diputar 360 Derajat Tanpa Layar

CLB.my.id - Leica Camera AG melalui anak perusahaannya Leica Smart Projection resmi meluncurkan Cine Compact 1, proyektor mini yang mengemas teknologi laser Triple RGB canggih ke dalam bodi superkompak bergaya Bauhaus. Dijual seharga 1.645 euro (sekitar Rp29 juta) mulai 18 Juni 2026 di pasar Eropa, Australia, Selandia Baru, AS, Kanada, dan Asia, perangkat ini menjanjikan pengalaman bioskop rumahan tanpa ribet dengan kualitas optik khas Leica yang sudah berusia hampir seratus tahun.

Yang langsung mencuri perhatian dari Cine Compact 1 adalah kemampuan rotasi 360 derajatnya. Pengguna bisa menempatkan proyektor ini di mana saja, di atas meja, di lantai menghadap langit-langit, bahkan di taman terbuka, dan proyektor akan menyesuaikan proyeksi secara otomatis. Sistem auto-zoom, autofocus, koreksi trapesium (keystone correction), dan intelligent screen framing memastikan gambar selalu rata dan tajam tanpa perlu penyesuaian manual. Berkat fitur ini, Cine Compact 1 bahkan bisa digunakan tanpa layar proyektor sama sekali.

Dari sisi performa, Leica membekali Cine Compact 1 dengan lensa zoom Leica Summicron yang dilengkapi elemen aspherical, dikombinasikan dengan chip gambar DMD 0,47 inci beresolusi tinggi. Hasilnya adalah gambar 4K yang tajam dengan warna natural dan kecerahan hingga 1.700 lumens, cukup untuk proyeksi hingga 220 inci. Teknologi pemrosesan gambar Leica Image Optimization (LIO) dan Dolby Vision turut hadir untuk memastikan kontras presisi dan transisi kecerahan yang halus di berbagai ukuran proyeksi.

Desain fisiknya mengikuti filosofi Bauhaus yang menjadi ciri khas Leica: bodi aluminium solid dengan panel kaca elegan di bagian depan. Desain ini bukan sekadar estetika, housing aluminium membantu manajemen termal yang efisien dan menjaga stabilitas performa selama penggunaan jangka panjang. Teknologi laser Triple RGB yang dipakai juga dirancang hemat energi dengan kecerahan yang tetap konsisten selama masa pakai.

Sebagai proyektor modern, Cine Compact 1 sudah menjalankan sistem operasi VIDAA yang memberikan akses langsung ke layanan streaming populer seperti Netflix, Disney+, dan Amazon Prime Video. Konektivitasnya mencakup Wi-Fi, Bluetooth, Apple AirPlay, dan Apple HomeKit, serta port HDMI dan USB untuk kabel. Sistem audio internal sudah mendukung Dolby Digital, Dolby Digital Plus, dan DTS Virtual:X, dengan opsi koneksi ke speaker eksternal melalui Bluetooth 5.4 atau HDMI.

Leica turut memperhatikan aspek keberlanjutan. Cine Compact 1 dikemas dalam eco-friendly transport case yang terbuat dari material EPP yang sepenuhnya bisa didaur ulang, menggantikan kemasan proyektor konvensional. Proyektor juga dilengkapi dudukan tripod terintegrasi untuk pemasangan langit-langit, dengan opsi Leica Stand yang dijual terpisah.

Hadirnya Cine Compact 1 memperluas lini Smart Projection Leica yang sebelumnya sudah mencakup Cine 1 dan Cine Play 1. Dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan proyektor premium lain di kelasnya, Leica menargetkan pengguna yang menginginkan kualitas sinematik tanpa kompromi dalam paket yang bisa dibawa ke mana saja, dari ruang tamu hingga teras belakang rumah.


Judul CMS: Leica Cine Compact 1: Proyektor Laser 4K Mini yang Bisa Diputar 360 Derajat Tanpa Layar Meta Description: Leica Cine Compact 1, proyektor mini laser 4K 1.700 lumens, rotasi 360 derajat, Dolby Vision. Harga 1.645 euro mulai 18 Juni. Rubrik: Gadget Tag: Gadget, Leica, Proyektor, 4K, Smart Home Source: (kosongkan - sumber Leica official press release) Gambar: https://leica-camera.com/sites/default/files/styles/meta_tag_image/public/2026-05/Ambient_Compact_Projector-Beam-2_72.jpg (official Leica image) QC Notes: PASS. All specs and pricing from official Leica press release. Price converted to IDR with approximate rate noted. Product availability dates from source.

Read more