Intel Arc G3 Extreme di MSI Claw: Lompatan Handheld Gaming yang Dinantikan

Share
Intel Arc G3 Extreme di MSI Claw: Lompatan Handheld Gaming yang Dinantikan

CLB.my.id - Intel selama ini dikenal sebagai underdog di pasar chip gaming portabel. CPU-nya bermasalah, reputasinya tercoreng oleh insiden crashing, dan pemain desktop berbondong-bondong pindah ke AMD. Namun chip baru Arc G3 Extreme yang diuji langsung di MSI Claw 8 EX AI Plus menunjukkan bahwa Intel mungkin sedang menuju posisi terdepan di handheld gaming.

Sean Hollister dari The Verge menghabiskan dua jam dengan perangkat ini dan menyimpulkan satu hal: generasi handheld berikutnya akhirnya tiba. Bukan sekadar peningkatan bertahap, tapi lompatan nyata dalam performa dan efisiensi baterai.

Lompatan Efisiensi yang Belum Pernah Ada

Intel mengklaim Arc G3 Extreme bisa menghasilkan performa setara dengan setengah wattage chip flagship AMD. MSI Claw dengan chip ini hanya mengonsumsi 17 watt untuk melakukan apa yang butuh 35 watt pada Xbox Ally X dengan AMD Z2 Extreme.

Di wattage yang sama yakni 35 watt, chip Intel ini rata-rata 42 persen lebih cepat. Game seperti Battlefield 6, Baldur’s Gate 3, Cyberpunk 2077, Red Dead Redemption 2, Returnal, dan Forza Horizon 6 bisa dimainkan di 1080p pengaturan high dengan 60fps. Bahkan dengan hanya 12 watt, game di 1080p pengaturan low tetap bisa berjalan. Untuk game paling ringan, chip ini bisa turun hingga 4 watt untuk daya tahan baterai hampir 12 jam.

Bukti Nyata dari Demo Langsung

Hollister membandingkan Forza Horizon 6 di beberapa perangkat. Di MSI Claw generasi sebelumnya dengan chip Lunar Lake, dia mendapat 40-45 fps di resolusi native 1920x1200 pengaturan medium. Xbox Ally X memberikan sekitar 50fps di resolusi 1080p yang lebih rendah. Steam Deck? Game ini bahkan tidak terasa playable di 800p dengan spek terendah.

MSI Claw baru dengan Arc G3 Extreme memberikan 60-74 fps di Forza Horizon 6 pada resolusi 1200p, tanpa frame generation. Total konsumsi daya sistem hanya 43 watt, artinya sekitar 1,8 jam runtime pada baterai 80 watt-hour. Xbox Ally X mengonsumsi sekitar 50 watt di mode turbo 35W untuk runtime sekitar 1,6 jam.

Setelah dua sesi demo termasuk fotografi, Claw baru masih menyisakan 29 persen baterai.

Desain yang Nyaman

MSI Claw 8 EX AI Plus bukan cuma soal performa. Perangkat ini punya baterai 80 watt-hour, grip ergonomis dengan tekstur anti-slip, joystick Hall effect yang tahan drift, dan layar 8 inci 120Hz VRR yang sangat mulus.

Hollister menyebut ini sebagai handheld paling nyaman yang pernah dia pegai. Bobotnya terasa seimbang dan meski besar, tidak terasa seberat yang diperkirakan. Ada beberapa catatan: D-pad 8 arah terasa terlalu kliky, bumper terasa agak kosong, dan stik serta trigger masih punya nuansa murah seperti Claw generasi sebelumnya. Tapi secara keseluruhan, semuanya terasa layak.

Harga yang Menggigit

Di sinilah kabar buruknya. Best Buy sudah mendaftarkan MSI Claw 8 EX AI Plus dengan harga US$1.699,99 atau sekitar Rp27 juta. Itu bahkan lebih mahal dari target US$1.500 yang sebelumnya disebutkan oleh MSI.

Dibandingkan Xbox Ally X seharga US$1.000, ini kenaikan harga 70 persen untuk peningkatan performa rata-rata 42 persen. Rasio harga-performa yang tidak ideal.

Tapi bagi yang menginginkan handheld Windows terbaik yang tersedia, MSI Claw dengan Intel Arc G3 Extreme tampaknya akan menjadi pilihan utama saat diluncurkan 23 Juni mendatang.

Era Baru Handheld Gaming

Sejak Steam Deck menetapkan standar pada 2022, persaingan handheld gaming PC didominasi oleh chip AMD. Intel praktis tidak dilirik. Tapi Arc G3 Extreme, yang dibangun di atas proses 18A Intel yang sangat krusial, mengubah narasi itu.

Ini bukan hanya tentang Intel yang akhirnya punya chip handheld yang kompetitif. Ini tentang lompatan efisiensi yang bisa mengubah ekspektasi tentang apa yang bisa dilakukan perangkat genggam. Jika klaim Intel terbukti konsisten di perangkat final, era handheld gaming yang sesungguhnya baru saja dimulai.***

Read more