Google Gemini Spark Review: Agen AI 24 Jam yang Masih Butuh Banyak Perbaikan
CLB.my.id - Google baru saja meluncurkan Gemini Spark, agen AI yang diklaim bisa bekerja 24 jam sehari untuk mengerjakan tugas di latar belakang. Setelah diuji langsung oleh reviewer The Verge, hasilnya campuran antara mengesankan dan bikin geleng kepala.
Apa Itu Gemini Spark?
Gemini Spark adalah agen AI yang bisa mengambil alih tugas multi-langkah di layanan Google. Pengguna cukup berbicara atau mengetik instruksi, lalu Spark akan mengerjakannya secara otonom. Google menjanjikan bahwa Spark selalu berada di bawah kendali pengguna dan akan meminta konfirmasi sebelum mengambil tindakan besar.
Sayangnya, Spark baru tersedia untuk pelanggan paket Google AI Ultra seharga US$99,99 per bulan, hanya di AS, dan hanya dalam bahasa Inggris.
Uji Coba Pertama: Bikin Kaget
Dalam pengujian pertama, reviewer meminta Spark menyusun email untuk istrinya yang berisi rata-rata pengeluaran belanja bulanan sepanjang 2026 dari spreadsheet di Google Drive. Spark berhasil menemukan spreadsheet yang benar (bahkan yang tidak bernama “budget”), menghitung rata-rata pengeluaran termasuk data Mei yang belum lengkap, dan menyusun email yang menyapa istri reviewer dengan nama depannya.
Respons reviewer saat itu cukup jujur: “Wow, ini gila.” Kemampuan Spark menggali informasi pribadi dari akun Google dan menggunakannya untuk menyelesaikan tugas memang mengesankan.
Uji Coba Kedua: Mulai Berantakan
Saat diminta membantu merencanakan pesta blok, Spark membuat tabel siapa membawa apa yang terlihat sangat realistis, tapi ternyata seluruh datanya dikarang. Spark juga menyusun email yang merujuk ke dokumen pendaftaran yang tidak pernah ada.
Setelah diminta membuat dokumen pendaftaran yang hilang dan menambahkan tautannya ke email, Spark akhirnya berhasil. Tapi butuh beberapa menit percakapan bolak-balik untuk sampai ke sana.
Uji Coba Ketiga: Empat Menit yang Melelahkan
Reviewer memberi Spark tiga tugas sekaligus: membuat pengingat ulang tahun bulanan berwarna pink terang, menyusun email keluarga tentang acara TV, dan membuat dokumen persiapan sekolah anak.
Hasilnya? Pengingat kalender berhasil dibuat tapi warnanya “flamingo” bukan “hot pink.” Email keluarga menyertakan tautan yang salah dan tidak mencantumkan istri. Dokumen persiapan sekolah berhasil dibuat tapi tidak bisa dibagikan ke orang lain.
Seluruh proses memakan waktu sekitar empat menit.
Masalah Utama: Mikromanajemen
Meski dipasarkan sebagai asisten otonom, reviewer merasa harus terus memantau setiap gerakan Spark. Notifikasi yang dikirim ke ponsel membuat pengguna tetap waspada alih-alih bisa benar-benar meninggalkan tugas.
Pertanyaan kritisnya: apa gunanya asisten kalau pengguna harus mengawasi setiap langkahnya? Selain itu, semua output tetap perlu diverifikasi manusia, terutama ketika melibatkan informasi pribadi yang akan dibagikan ke orang lain.
Soal Privasi
Spark bekerja paling optimal ketika fitur Personal Intelligence aktif, yang berarti mengakses riwayat akun Google pengguna selama bertahun-tahun. Google menjanjikan bahwa Gemini tidak melatih modelnya langsung dari kotak masuk Gmail, tapi pengguna tetap harus mempercayai Google sebagai penjaga data mereka.
Layak Dicoba?
Menurut reviewer, Gemini Spark belum cukup kuat untuk menjadi alasan utama berlangganan paket US$99,99 per bulan. Semua tugas yang diminta sebenarnya bisa dikerjakan sendiri, hanya membutuhkan lebih banyak waktu.
Namun bagi pengguna yang sudah sangat dalam di ekosistem Google dan nyaman dengan trade-off privasi, Spark menawarkan sekilas masa depan di mana AI benar-benar bisa menjadi asisten digital yang bisa diandalkan. Untuk saat ini, masa depan itu masih agak jauh.
Di Indonesia, fitur seperti ini mungkin baru bisa dinikmati dalam satu atau dua tahun ke depan. Tapi tren ini patut diikuti karena menandai pergeseran besar dalam cara manusia berinteraksi dengan teknologi.