Florida Gugat OpenAI dan Sam Altman, ChatGPT Diduga Terlibat Kasus Pembunuhan

Share
Florida Gugat OpenAI dan Sam Altman, ChatGPT Diduga Terlibat Kasus Pembunuhan

CLB.my.id - Florida menjadi negara bagian pertama di Amerika Serikat yang menggugat OpenAI secara perdata terkait sejumlah kasus kekerasan, termasuk pembunuhan dan bunuh diri, yang diduga melibatkan chatbot ChatGPT. Gugatan diajukan Jaksa Agung Florida James Uthmeier dan turut menyeret CEO OpenAI Sam Altman secara personal.

Dalam dokumen gugatan, jaksa menuduh OpenAI dan Altman memprioritaskan keuntungan di atas keselamatan pengguna, serta mendesain ChatGPT agar bersifat adiktif dan merusak bagi anak-anak maupun orang dewasa. OpenAI dituduh melanggar undang-undang perdagangan tidak adil dengan memasarkan ChatGPT sebagai produk aman, padahal sejumlah penelitian menunjukkan potensi penurunan kognitif pada pengguna.

Daftar Insiden yang Disebut dalam Gugatan

Gugatan Florida merinci sejumlah kasus kekerasan serius yang diduga melibatkan ChatGPT. Di antaranya, penembakan massal di Florida State University pada 2026 yang menewaskan dua orang, di mana tersangka diduga menggunakan ChatGPT untuk merencanakan aksinya.

Kasus lain yang disorot termasuk pembunuhan di University of South Florida, di mana tersangka Hisham Abugharbieh diduga memanfaatkan ChatGPT untuk merencanakan pembuangan jasad dan mengubah nomor identifikasi kendaraan. Gugatan ini juga menyebut kasus bunuh diri remaja Adam Raine pada 2025, serta seorang binaragawan berusia 56 tahun yang membunuh ibunya setelah percaya pada konspirasi yang dibuat oleh ChatGPT.

Pada Februari 2026, seorang pria di Florida dilaporkan membunuh istrinya dan menyerang ibunya setelah berbicara dengan ChatGPT selama berjam-jam setiap hari, dengan keyakinan bahwa robot sedang mengambil alih dunia. Gugatan juga merujuk pada penembakan sekolah di Kanada yang menewaskan sembilan orang, di mana Altman meminta maaf karena tidak memperingatkan penegak hukum tentang log ChatGPT penembak.

Tuntutan dan Dampak Potensial

Jika Florida memenangkan gugatan ini, pengadilan dapat memerintahkan sejumlah tindakan drastis. Di antaranya pembatasan usia untuk akun ChatGPT gratis, penghentian percakaban yang membahas kekerasan atau bunuh diri, serta penghapusan fitur yang secara menipu mensimulasikan interaksi manusia.

Pengadilan juga bisa melarang remaja mengakses ChatGPT jika kontrol orang tua dinilai tidak memadai, serta mengenakan denda perdata maksimal untuk pelanggaran undang-undang perdagangan tidak adil.

Dalam konferensi pers, Uthmeier menyebut pertarungan ini sebagai yang “paling penting saat ini” dan mengatakan Florida “pasti” sedang menyelidiki platform AI lainnya. Negara bagian ini juga menyatakan kesiapannya untuk bekerja sama dengan negara bagian lain dalam meminta pertanggungjawaban perusahaan AI.

Respons OpenAI dan Sam Altman

OpenAI tidak langsung menanggapi tuduhan Jaksa Agung Florida. Sebaliknya, perusahaan mengeluarkan pernyataan yang berfokus pada keselamatan anak, menyebut bahwa “kehilangan anak adalah tragedi paling menghancurkan yang bisa terjadi pada sebuah keluarga.” OpenAI menegaskan telah membangun perlindungan khusus untuk anak di bawah umur, termasuk alat prediksi usia dan pengalaman yang lebih protektif untuk pengguna muda.

Sementara itu, gugatan mengklaim Altman harus bertanggung jawab secara personal karena “perilaku ceroboh dan disengaja” serta “pengabaian total terhadap risiko terhadap nyawa manusia.” Gugatan merujuk pernyataan Altman di TED2025 bahwa “taruhannya relatif rendah” untuk menguji keamanan produk pada pengguna nyata, yang secara tegas dibantah oleh dokumen gugatan.

Gugatan ini menandai eskalasi signifikan dalam tekanan hukum terhadap perusahaan AI generatif. Jika berhasil, kasus ini bisa menjadi preseden bagi negara bagian lain untuk mengambil tindakan serupa terhadap OpenAI dan perusahaan AI lainnya.


Read more