Endava Rancang Ulang Pengiriman Software Sepenuhnya dengan Agen AI
Endava Rancang Ulang Pengiriman Software Sepenuhnya dengan Agen AI
CLB.my.id - Endava, perusahaan teknologi global dengan 11.000 karyawan, mengubah total cara mereka mengirimkan software ke klien. Bukan sekadar menambah fitur AI sebagai pelengkap, mereka membangun ulang seluruh siklus kerja dari perencanaan bisnis hingga deployment dengan agen AI sebagai inti operasional.
Transformasi ini menggunakan ChatGPT Enterprise dan Codex dari OpenAI sebagai platform resmi seluruh perusahaan. Hasilnya, tim yang tadinya membutuhkan berminggu-minggu untuk analisis kebutuhan kini bisa menyelesaikannya dalam hitungan jam. Perubahan ini tidak terjadi dalam semalam, melainkan melalui proses bertahap yang mengubah budaya kerja dari level kepemimpinan hingga tim operasional.
DavaFlow: Metodologi Pengiriman Software Berbasis AI
Endava mengembangkan metodologi bernama DavaFlow yang mengintegrasikan teknologi OpenAI di setiap tahap siklus pengiriman software. Matthew Cloke, CTO Endava, menyebut tidak ada satu pun bagian dari DavaFlow yang tidak menggunakan teknologi OpenAI.
Perubahan ini dimulai dari tim engineering, tetapi dengan cepat menyebar ke departemen lain. AI ternyata membuka bottleneck yang sebelumnya tidak terlihat, terutama dalam pengumpulan kebutuhan, perencanaan, dan koordinasi antar tim. Proses yang sebelumnya memakan waktu berminggu-minggu untuk menyelaraskan pemahaman antara stakeholder kini bisa diselesaikan dalam hitungan hari.
“AI telah memberikan dampak fundamental pada Endava dalam beberapa tahun terakhir. Kami harus menjawab pertanyaan tentang bagaimana menjadi organisasi yang relevan di dunia AI yang baru,” ujar Cloke.
Menyebar ke Seluruh Departemen
Yang menarik, adopsi AI di Endava tidak berhenti di tim teknis. Tim legal menggunakan AI untuk riset dan dokumentasi hukum yang sebelumnya memakan waktu berjam-jam. Manajer proyek memanfaatkan Codex untuk membuat laporan tata kelola dan merangkum progres secara otomatis. Tim komersial bahkan mengganti spreadsheet dengan aplikasi ringan yang dibuat AI, termasuk aplikasi pricing interaktif yang bisa langsung dipakai dalam rapat klien.
Tim kepemimpinan juga tidak ketinggalan. Mereka menggunakan agen AI untuk ringkasan proyek, manajemen komunikasi, pengelolaan inbox, dan koordinasi asinkron lintas zona waktu. Cloke bahkan mengaku merasa membuang waktu jika tidak memiliki agen yang berjalan di latar belakang.
Perubahan Perilaku, Bukan Sekadar Instalasi Software
Filosofi inti Endava dalam transformasi ini adalah menganggap adopsi AI sebagai perubahan perilaku, bukan sekadar peluncuran software. Kepemimpinan harus aktif menggunakan AI untuk mendorong adopsi di seluruh organisasi. Eksperimen diharapkan, bukan hanya diizinkan. Ruang untuk mencoba hal baru, bahkan ketika hasilnya belum sempurna, menjadi bagian dari budaya kerja.
Hasil yang terukur sudah terlihat. Pengiriman software lebih cepat, laporan manual dan pekerjaan koordinasi berkurang signifikan, dan tim non-teknis kini bisa membangun tools internal tanpa dukungan engineering khusus. Bahkan kemampuan AI sudah menjadi bagian dari ekspektasi rekrutmen dan promosi di perusahaan ini.
Masa Depan: Orkestrasi sebagai Model Operasional
Ke depan, Endava fokus pada orkestrasi, yaitu menggabungkan model, agen, workflow, dan keahlian manusia dalam sistem terintegrasi. Visi mereka jelas: AI bukan lagi lapisan produktivitas tambahan, melainkan model operasional itu sendiri.
Saran Cloke untuk perusahaan lain terdengar sederhana tetapi tajam. Mulailah menggunakan teknologi ini secara pribadi. Masa depan sudah tiba, yang dibutuhkan hanya keberanian untuk masuk ke dalamnya.***