DJI Osmo Pocket 4 Review: Peningkatan Menyeluruh, Penyimpanan 107GB
CLB.my.id - DJI Osmo Pocket 4 hadir sebagai peningkatan menyeluruh dari pendahulunya, bukan revolusi total. Tapi justru itulah kekuatannya. Hampir tidak ada fitur yang tidak mendapat sentuhan perbaikan, dari sensor kamera hingga penyimpanan internal, menjadikan ini paket paling solid untuk kreator konten yang menginginkan kamera saku berkualitas.
Satu kabar menarik bagi pembaca Indonesia: Osmo Pocket 4 tidak diluncurkan di Amerika Serikat karena izin DJI yang masih tertunda. Artinya, konsumen di Asia dan Eropa bisa mendapatkan perangkat ini lebih dulu.
Desain yang Familiar, Kontrol Lebih Baik
Berdiri berdampingan dengan Pocket 3, sulit membedakan keduanya secara sekilas. Ukurannya hampir sama, hanya sedikit lebih besar dan 10 gram lebih berat, dengan layar putar yang sama untuk perekaman portrait maupun landscape.
Perbedaan fisik utama ada pada dua tombol baru di bawah layar yang terungkap saat layar diflip secara horizontal. Satu tombol adalah shortcut untuk kontrol zoom, satunya lagi bisa dikustomisasi untuk memicu tiga aksi berbeda berdasarkan tekanan tunggal, ganda, atau tripel. Meski terbatas, ini mengurangi ketergantungan pada navigasi touchscreen 2 inci yang masih terasa ribet.
Sensor Baru, Kemampuan Melompat
Sensor masih berukuran 1 inci seperti Pocket 3, tapi sudah didesain ulang total. Foto still kini beresolusi 37 megapixel, naik drastis dari 9,4 megapixel sebelumnya. Video masih dibatasi di 4K, tapi piksel ekstra memungkinkan crop hingga 4x zoom tanpa turun dari resolusi 4K. Pocket 3 hanya mampu 2x pada resolusi yang sama.
Dynamic range meningkat dari 12 ke 14 stop, dengan batas ISO low-light yang digandakan menjadi 25.600. Kombinasi keduanya menghasilkan kualitas video mengesankan di berbagai kondisi pencahayaan. Bahkan di jalanan London yang remang-ang mendekati tengah malam, Pocket 4 menangani situasi dengan baik.
Slow Motion yang Signifikan
Peningkatan besar juga terjadi di fitur slow motion. Pocket 4 bisa merekam 4K hingga 240fps, dua kali lipat dari yang ditawarkan Pocket 3. Ini hanya tersedia dalam mode landscape, bahkan di resolusi 1080p. Ada sedikit penurunan kualitas dan dynamic range saat slow motion aktif, tapi untuk sebagian besar keperluan hasilnya tetap layak pakai.
Enam simulasi film baru, masing-masing dengan kekuatan yang bisa diatur, menambah fleksibilitas Pocket 4. Ini memberikan opsi kreatif langsung dari kamera tanpa perlu editing berat di komputer.
Penyimpanan Internal Lega
Ini adalah Osmo Pocket pertama yang menawarkan penyimpanan internal, dan 107GB yang tersedia seharusnya cukup untuk membuat pengguna tidak pernah membeli microSD card. Dari pengujian sekitar 40 menit footage sebagian besar 4K 60fps ditambah portrait dan slow motion, hanya sekitar 20GB yang terpakai.
Baterai juga mengalami peningkatan substansial. DJI mengklaim 240 menit penggunaan, tapi itu berdasarkan perekaman 1080p 24fps dengan WiFi dan layar mati. Untuk penggunaan normal, perkirakan sekitar satu jam atau lebih. Dari pengujian, 40 menit perekaman masih menyisakan sekitar 25 persen baterai.
Stabilisasi dan Audio
Stabilisasi tidak berubah secara signifikan karena memakai hardware gimbal yang sama dengan Pocket 3. Tapi mengingat ukurannya, hasilnya tetap luar biasa. Subject dan face tracking berfungsi baik, termasuk mode Spotlight Follow yang memprioritaskan wajah terdaftar.
Satu kelemahan yang perlu dicatat: mikrofon internal hanya “cukup” untuk ruangan tenang. Untuk konten yang mengutamakan kualitas audio, DJI Mic 3 yang termasuk dalam bundle Creator Combo sangat direkomendasikan. Mikrofon wireless ini jauh lebih baik, terutama dengan fitur noise cancellation.
Harga dan Ketersediaan
Osmo Pocket 4 tersedia dalam tiga bundle. Essential Combo seharga sekitar US$560 sudah termasuk kamera dan carrying pouch. Standard Combo sekitar US$585 menambahkan wrist strap dan gimbal clamp. Creator Combo sekitar US$725 termasuk DJI Mic 3, fill light, tripod, dan lensa wide-angle.
Meski lebih iteratif daripada inovatif, Osmo Pocket 4 adalah peningkatan atas-bawah yang solid. Jika sudah memiliki Pocket 3, tidak ada fitur revolusioner yang memaksa upgrade. Tapi untuk pembeli baru atau yang masih menggunakan Pocket 2 atau lebih lama, DJI sudah tepat sasaran.***