Dell XPS 13 Hidup Lagi dengan Harga Mulai US$599, Tantang MacBook Neo Langsung di Rumahnya
Dell XPS 13 Hidup Lagi dengan Harga Mulai US$599, Tantang MacBook Neo Langsung di Rumahnya
CLB.my.id - Dell akhirnya menghidupkan kembali salah satu merek laptop paling ikoniknya. XPS 13, yang sempat “dibunuh” pada 2025, kembali hadir dengan misi baru: menantang Apple MacBook Neo langsung di segmen entry-level. Dengan harga promosi US$599 untuk pelajar dan US$699 untuk umum, Dell secara terbuka menyebut nama MacBook Neo dalam presentasinya.
COO Dell Jeff Clarke tidak main-main dalam menargetkan pasar pelajar. Promosi harga US$599 akan berlaku hingga September 2026, bertepatan dengan musim back-to-school. Setelah itu, harga normal menjadi US$699. Meskipun demikian, Apple tetap memberikan keunggulan harga US$100 lebih murah untuk pelajar dengan MacBook Neo mereka.
Desain Tertipis dan Teringan dalam Sejarah XPS
Dell mengklaim XPS 13 generasi baru ini adalah yang tertipis dan teringan yang pernah mereka buat. Ketebalannya hanya 12,7mm dengan berat 1 kilogram, lebih ringan dari MacBook Neo. Bodinya menggunakan material aluminium CNC yang memberikan kesan premium meskipun berada di segmen harga terjangkau.
Namun ada konsekuensi dari desain yang sangat ramping ini. Laptop hanya dilengkapi dua port USB-C tanpa jack audio 3,5mm, bahkan pada konfigurasi tertinggi sekalipun. Dell juga tidak menyebutkan apakah adapter audio disertakan dalam kemasan.
Spesifikasi Layar yang Unggul
Salah satu keunggulan XPS 13 dibandingkan MacBook Neo adalah layarnya. Semua konfigurasi mendapatkan layar sentuh anti-glare 13,4 inci dengan resolusi 2.560 x 1.600, refresh rate variabel 30-120Hz, kecerahan 500 nits, dan cakupan 100 persen DCI-P3. MacBook Neo hanya menawarkan refresh rate 60Hz dan tidak mendukung layar sentuh.
Keyboard backlight juga tersedia di semua model, fitur yang tidak dimiliki MacBook Neo. Kombinasi layar sentuh berkualitas tinggi dan keyboard backlit menjadi nilai jual yang kuat untuk produktivitas sehari-hari.
Tantangan RAM 8GB di Windows 11
Masalah terbesar XPS 13 entry-level adalah RAM 8GB yang digunakan. Untuk laptop Windows 11 modern, kapasitas ini terasa sangat terbatas. Apple bisa “lolos” dengan RAM 8GB berkat optimasi macOS yang lebih efisien, tetapi Windows 11 dikenal lebih rakus memori.
Dell sendiri tampaknya sadar akan keterbatasan ini. Konfigurasi lebih tinggi dengan chip Intel Panther Lake, Thunderbolt 4, dan RAM hingga 32GB akan tersedia di kemudian hari, meskipun harganya pasti akan lebih mahal.
Daya Tahan Baterai dan Pendinginan
Dell mengklaim XPS 13 bisa bertahan hingga 17 jam untuk streaming video. Jika klaim ini terbukti akurat, laptop ini cukup untuk menemani aktivitas seharian penuh tanpa perlu mengisi daya. Berbeda dengan MacBook Neo yang menggunakan desain fanless, XPS 13 mengandalkan sistem pendingin kipas ganda.
Meskipun terdengar kurang elegan, pendinginan aktif justru bisa menjadi keunggulan di lingkungan panas atau saat laptop digunakan di luar ruangan terkena sinar matahari langsung. Performa juga cenderung lebih konsisten karena tidak perlu melakukan thermal throttling.
Comeback yang Menjanjikan tapi Butuh Bukti
Kembalinya XPS 13 adalah bagian dari strategi besar Dell untuk membangkitkan merek XPS secara keseluruhan, setelah XPS 14 dan XPS 16 diluncurkan ulang di awal 2026. Dell juga menggoda kehadiran XPS paling bertenaga dengan performa grafis setara discrete, layar tandem OLED, port HDMI dedicated, dan slot SD card.
Namun bersaing di segmen di bawah US$700 melawan MacBook Neo adalah ujian berat. Keunggulan spesifikasi layar dan keyboard XPS 13 harus cukup meyakinkan untuk menutupi kelemahan RAM 8GB dan ekosistem Windows yang kurang efisien dibandingkan macOS. Bagi pelajar dan pengguna yang menginginkan laptop Windows premium dengan harga terjangkau, XPS 13 layak dipertimbangkan. Keputusan akhir tentu bergantung pada kebutuhan masing-masing pengguna.