Dashlane Konfirmasi Vault Terenkripsi Pelanggan Dicuri Lewat Serangan Brute-Force
CLB.my.id - Dashlane, penyedia layanan manajer kata sandi populer, mengungkapkan bahwa peretas berhasil mencuri salinan vault terenkripsi milik sekitar 20 pelanggan setelah menyerang sistem autentikasi dua faktor mereka. Serangan brute-force ini dimulai pada 31 Mei 2026.
Bagaimana Serangan Terjadi?
Menurut advisory keamanan yang dipublikasikan Dashlane, pihak eksternal meluncurkan serangan brute-force terhadap sistem autentikasi dua faktor (2FA) pelanggan tertentu. Serangan ini bertujuan menebak kode autentikasi sementara secara otomatis untuk mendaftarkan perangkat baru pada akun yang sudah ada.
Dashlane menjelaskan bahwa penyerang menggunakan perangkat lunak otomatis untuk dengan cepat mengirimkan setiap kemungkinan kombinasi numerik ke sistem, berharap bisa menebak urutan yang tepat sebelum kode keamanan 2FA kedaluwarsa.
Meski sistem keamanan Dashlane berhasil mengunci akun yang menjadi target secara otomatis karena volume percobaan login yang tinggi, penyerang tetap berhasil mengundang salinan vault terenkripsi milik kurang dari 20 pelanggan paket personal.
Apa Isi Vault yang Dicuri?
Vault Dashlane berisi kata sandi dan kredensial sensitif lainnya yang disimpan pengguna. Namun, Dashlane menegaskan bahwa data vault tidak bisa diakses tanpa Master Password yang hanya diketahui oleh pelanggan dan tidak pernah dikirim ke server Dashlane dalam bentuk plaintext.
Artinya, penyerang memiliki salinan vault yang terenkripsi. Untuk membukanya, mereka perlu memecahkan Master Password, yang menurut Dashlane secara statistik sangat kecil kemungkinannya untuk berhasil.
Namun, ada risiko serius bagi pelanggan yang menggunakan Master Password lemah atau mudah ditebak. Kasus serupa terjadi pada LastPass pada 2022, di mana vault pelanggan yang dicuri berhasil dipecahkan karena persyaratan kata sandi pelanggan lama jauh lebih lemah dari standar terbaru.
Pelajaran dari Insiden Ini
Insiden Dashlane mengingatkan bahwa tidak ada sistem keamanan yang sepenuhnya kebal. Autentikasi dua faktor, meski menambah lapisan perlindungan, bukanlah jaminan mutlak terhadap serangan brute-force yang terotomatisasi.
Bagi pengguna manajer kata sandi, beberapa langkah yang disarankan adalah memeriksa perangkat yang terhubung ke akun dan menghapus yang tidak dikenal, menggunakan Master Password yang kuat dan unik, serta mempertimbangkan untuk mengganti kata sandi sensitif jika Master Password diragukan kekuatannya.
Dashlane sendiri telah memblokir lalu lintas dari aktor ancaman dan mengambil langkah mitigasi untuk mengurangi risiko serangan serupa di masa depan. Akun yang terdampak juga telah dipulihkan.