ChatGPT Kini Bisa Belanja dan Bayar Sendiri Lewat Jaringan Visa
ChatGPT Kini Bisa Belanja dan Bayar Sendiri Lewat Jaringan Visa
CLB.my.id - ChatGPT bukan lagi sekadar chatbot yang bisa menjawab pertanyaan atau menulis kode. Mulai sekarang, asisten AI buatan OpenAI itu bisa belanja dan menyelesaikan transaksi secara mandiri di merchant mana pun yang menerima Visa, langsung dari percakapan biasa.
Visa mengumumkan kolaborasi strategis dengan OpenAI dalam acara Visa Payments Forum di San Francisco pada Rabu (10/6/2026). Melalui kerja sama ini, jaringan pembayaran terbesar di dunia di luar China itu akan mengintegrasikan infrastruktur pembayarannya langsung ke dalam ChatGPT.
Belanja dari Obrolan Biasa
Jack Forestell, Chief Product and Strategy Officer Visa, memberikan contoh sederhana di atas panggung. Seorang pengguna cukup mengetik ke ChatGPT bahwa ia mencari headphone nirkabel di bawah 150 dolar AS (sekitar Rp2,4 juta). ChatGPT akan mencari produk yang sesuai, menemukan penjualnya, dan menyelesaikan pembelian atas nama pengguna.
Ini bukan sekadar rekomendasi produk. Agen AI benar benar melakukan transaksi di merchant mana pun yang terhubung ke jaringan Visa. Berbeda dari upaya OpenAI sebelumnya yang terbatas pada satu atau beberapa merchant tertentu, integrasi kali ini mencakup seluruh ekosistem Visa secara global.
“Seiring agen AI menjadi peserta aktif dalam perekonomian, fokus Visa adalah memastikan transaksi tetap terpercaya, aman, dan mulus,” ujar Forestell.
Bagaimana Keamanannya Dijamin?
Kerja sama ini dibangun di atas fondasi Visa Intelligent Commerce, portofolio Visa untuk memungkinkan transaksi berbasis agen yang terpercaya. Setiap transaksi menggunakan kredensial Visa yang ditokenisasi, artinya data kartu sensitif diganti dengan token jaringan yang terikat pada agen dan kasus penggunaan tertentu.
Selain tokenisasi, sistem ini juga dilengkapi otorisasi real time dan pemantauan penipuan berkelanjutan. Teknologi keamanan yang sama yang digunakan Visa untuk memproses lebih dari 300 miliar transaksi per tahun di seluruh dunia kini diperluas secara native ke lingkungan komersial berbasis AI.
OpenAI menyediakan teknologi yang memungkinkan agen berinteraksi, mengambil keputusan, dan memulai pembelian melalui ChatGPT. Sementara Visa menyediakan otorisasi pembayaran dan pemantauan penipuan yang diperlukan untuk menjalankan semua ini dalam skala besar.
Batasan Pengeluaran dan Persetujuan Manual
Visa memastikan fitur ini dilengkapi sejumlah pagar pengaman. Pengguna bisa mengatur batas pengeluaran, membatasi kategori merchant yang diizinkan, dan menentukan apakah persetujuan manual diperlukan sebelum transaksi diproses.
Forestell mengakui bahwa butuh waktu bagi orang untuk sepenuhnya mempercayakan agen AI untuk berbelanja. Di tahap awal, Visa memperkirakan mayoritas transaksi masih akan melibatkan manusia. Agen AI akan mengirimkan notifikasi dan menunggu persetujuan pengguna sebelum menyelesaikan pembelian.
“Kami memodifikasi seluruh kerangka kerja token dan proses tangkapan data dengan Visa Intelligent Commerce untuk memastikan masalah itu tidak terjadi,” kata Forestell soal potensi klaim penipuan.
Mastercard Juga Bergerak
Visa bukan satu satunya yang melihat peluang besar di persimpangan AI dan pembayaran. Mastercard, pesaing terbesar Visa, juga telah memperkenalkan fitur belanja berbasis AI ke jaringan pembayarannya, meskipun dalam skala yang lebih kecil.
Mastercard mengumumkan bahwa agen AI akan memiliki kemampuan untuk melakukan pengadaan layanan atas nama bisnis. Sebagai contoh, sebuah kedai kopi yang ingin meluncurkan kampanye iklan bisa memberi otorisasi kepada agen AI untuk membeli layanan dari penyedia web dan iklan.
Era Baru Komersial AI
Kolaborasi Visa dan OpenAI menandai babak baru dalam evolusi komersial digital. Gagasan bahwa chatbot bukan hanya bisa merekomendasikan produk, tetapi juga menyelesaikan pembelian secara mandiri, mengubah cara orang berinteraksi dengan teknologi sehari hari.
Visa dan OpenAI tidak mengungkapkan detail finansial dari kolaborasi ini, termasuk biaya yang harus dibayar merchant atau konsumen. Kedua perusahaan juga belum mengumumkan tanggal pasti kapan fitur ini akan tersedia secara luas bagi pengguna ChatGPT di seluruh dunia.***