ChatGPT Enterprise Punya Fitur Baru Pantau Penggunaan AI, Perusahaan Bisa Kendalikan Biaya
ChatGPT Enterprise Punya Fitur Baru Pantau Penggunaan AI, Perusahaan Bisa Kendalikan Biaya
CLB.my.id - OpenAI merilis fitur baru untuk ChatGPT Enterprise yang memungkinkan perusahaan memantau penggunaan kredit AI dan mengatur batas pengeluaran secara lebih granuler. Fitur ini hadir karena semakin banyak organisasi yang menjadikan AI sebagai bagian dari kerja sehari-hari, tetapi kesulitan mengelola biayanya.
Dengan alat baru ini, admin bisa melihat tren penggunaan kredit dari waktu ke waktu, mengidentifikasi pengguna teratas, dan memecah pengeluaran kredit berdasarkan pengguna, produk, dan model. Semua data yang sama juga bisa diakses melalui Cost API terpadu untuk analisis lebih mendalam di sistem internal perusahaan.
Global Admin Console: Satu Tempat untuk Semua
Fitur utama yang dirilis adalah Global Admin Console, sebuah dashboard yang menggabungkan penggunaan kredit ChatGPT dan Codex dalam satu tampilan. Admin bisa melihat breakdown granular konsumsi kredit di seluruh workspace, termasuk per pengguna, per produk, dan per model.
Dashboard ini membantu admin membedakan antara peningkatan penggunaan yang didorong oleh pekerjaan bernilai tinggi dan pola penggunaan yang mungkin perlu ditinjau lebih lanjut. Dengan visibilitas yang lebih jelas, perusahaan bisa mengambil keputusan yang lebih tepat tentang bagaimana AI digunakan di berbagai departemen.
Ryan Oksenhorn, Co-Founder Zipline, mengungkapkan bagaimana fitur ini membantu perusahaannya. “Engineering Zipline sudah sepenuhnya menggunakan Codex sejak Januari, dan dalam beberapa bulan terakhir seluruh perusahaan sudah mengadopsinya. Kami meminta tim OpenAI untuk membangun analitik penggunaan untuk menemukan dan melatih orang yang belum mengadopsi Codex, serta kontrol penggunaan granular untuk menjaga pengeluaran tetap terprediksi.”
Kontrol Pengeluaran yang Fleksibel
Sebelumnya, OpenAI sudah memperkenalkan batas penggunaan kredit granular untuk peran kustom di ChatGPT Enterprise. Fitur itu membantu pemilik workspace mengelola penggunaan model lanjutan di berbagai tipe pengguna tanpa pembatasan satu-untuk-semua.
Kini, admin juga bisa menetapkan batas default untuk seluruh workspace, mengonfigurasi batas untuk kelompok tertentu, dan membuat override individual untuk orang yang membutuhkan kapasitas lebih. Karyawan bisa melihat penggunaan kredit mereka terhadap anggaran yang tersedia, meminta kredit tambahan saat dibutuhkan, dan menyertakan konteks tentang pekerjaan yang sedang mereka lakukan.
Sistem ini memungkinkan pengguna power untuk terus bekerja tanpa interupsi, tanpa perlu menaikkan batas untuk semua orang. Pendekatan ini membantu perusahaan menerapkan inteligensi secara lebih terukur dalam skala besar, sambil tetap memberikan tim akses yang mereka butuhkan untuk pekerjaan berdampak tinggi.
Tersedia Mulai Hari Ini
Fitur analitik penggunaan kredit dan kontrol pengeluaran yang diperbarui sudah tersedia untuk admin ChatGPT Enterprise mulai hari ini. Pengguna di workspace tersebut juga bisa melihat penggunaan kredit mereka melalui pengaturan workspace.
Bagi perusahaan di Indonesia yang mulai mengadopsi ChatGPT Enterprise, fitur ini menjadi kabar baik. Kemampuan untuk memantau dan mengendalikan biaya AI secara real time sangat penting, terutama bagi perusahaan yang sedang dalam fase skalasi penggunaan AI di berbagai divisi.
Dengan transparansi penggunaan yang lebih baik, tim TI dan manajemen bisa membuat keputusan yang lebih informasional tentang alokasi anggaran AI, mengidentifikasi tim yang paling produktif dengan AI, dan memastikan investasi AI tetap fokus pada pekerjaan yang memberikan nilai terbesar bagi organisasi.