AS Perintahkan Anthropic Cabut Model AI Mythos, Akses untuk Semua Warga Asing Diblokir
AS Perintahkan Anthropic Cabut Model AI Mythos, Akses untuk Semua Warga Asing Diblokir
CLB.my.id - Pemerintah Amerika Serikat mengambil langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah regulasi AI. Departemen Perdagangan AS mengirim perintah resmi kepada Anthropic pada Jumat sore, 5:21 waktu New York, yang meminta perusahaan di balik Claude itu untuk menonaktifkan akses ke dua model AI paling canggihnya, Mythos 5 dan Fable 5, bagi seluruh warga negara asing, baik yang berada di dalam maupun di luar wilayah Amerika Serikat.
Anthropic langsung menindaklanjuti perintah tersebut. Perusahaan mematikan akses kedua model itu untuk semua pelanggan secara global demi memastikan kepatuhan terhadap arahan pemerintah. Ini menjadi momen pertama kalinya pemerintah AS mengambil tindakan sebesar ini untuk membatasi akses warga asing terhadap perangkat lunak AI frontier dari perusahaan Amerika.
Alasan di Balik Perintah: Celah Jailbreak Fable 5
Pemicu utama perintah ini adalah temuan bahwa Fable 5, versi terbaru dari Mythos yang baru dirilis Anthropic, bisa di-jailbreak atau dilewati sistem keamanannya. Peneliti dari Amazon melakukan riset jailbreak yang mengungkap kerentanan tersebut. Amazon dan pemerintah AS dilaporkan berkomunikasi langsung, dengan CEO Amazon Andy Jassy terlibat dalam diskusi. Anthropic sendiri menyebut temuan Amazon sebagai pemicu utama tindakan pemerintah.
Namun, Anthropic tidak setuju dengan alasan pemerintah. Perusahaan menyatakan bahwa menemukan potensi jailbreak sempit seharusnya tidak menjadi alasan untuk menarik model komersial yang sudah diakses ratusan juta orang. Menurut Anthropic, jika standar seperti ini diterapkan ke seluruh industri, pada dasarnya akan menghentikan semua deployment model baru dari setiap penyedia AI frontier.
Konteks: Mythos dan Ketegangan dengan Pemerintah AS
Mythos pertama kali dirilis Anthropic pada April 2026 untuk kelompok yang sangat terbatas. Saat itu, Anthropic menyebut kemampuan model ini dalam menemukan kerentanan siber terlalu berisiko untuk didistribusikan secara luas. Langkah hati-hati ini sejalan dengan posisi Anthropic sebagai perusahaan yang getol mengadvokasi keamanan dan etika AI.
Ketegangan antara Anthropic dan pemerintah AS sebenarnya sudah berlangsung sejak awal tahun. Anthropic sempat berselisih dengan Pentagon terkait penggunaan militer dan pengawasan. Pemerintah kemudian menyatakan Anthropic sebagai risiko rantai pasok AS dan memerintahkan lembaga-lembaga federal untuk menghentikan penggunaan produk Anthropic secara bertahap.
Perintah terbaru ini mengancam meningkatkan ketegangan yang sudah lama terjadi antara Anthropic dan sejumlah pihak dalam pemerintahan Trump.
Bertentangan dengan Kebijakan Sendiri
Yang menarik, arahan ini kontradiktif dengan sinyal kebijakan yang baru-baru ini dikeluarkan pemerintah AS sendiri. Presiden Trump sebelumnya menandatangani executive order yang menunjukkan pemerintah tidak akan mengejar rezim lisensi wajib untuk peninjauan model AI. Perintah kepada Anthropic justru menunjukkan sebaliknya.
Kebijakan ini juga bertentangan dengan pandangan pemimpin industri teknologi. Jensen Huang dari Nvidia dan Sam Altman dari OpenAI sama-sama telah mendorong adopsi AI Amerika secara global sebagai cara mempertahankan keunggulan negara tersebut. Pembatasan akses ke model frontier justru berpotensi menghambat strategi itu.
Reaksi Industri dan Dampak ke Depan
Aidan Gomez, salah satu pendiri Cohere yang didukung Nvidia, menyebut perintah ini sebagai “peringatan besar” dan mengkhawatirkan pendekatan ini bukan cara yang tepat untuk aliansi teknologi. David Sacks, mantan penasihat AI pemerintahan Trump, menyatakan bahwa pemerintah berharap Anthropic dapat memperbaiki masalah keamanan sehingga kontrol ekspor bisa dicabut.
Uni Eropa juga merespons. Komisi Eropa menyatakan sedang menilai situasi dan menekankan bahwa perkembangan ini semakin menggarisbawahi kebutuhan Eropa akan kedaulatan teknologi.
Dampak bisnis dari perintah ini tidak kecil. Pembatasan ini berbenturan langsung dengan perlombaan IPO di kalangan pengembang AI terkemuka. Baik OpenAI maupun Anthropic sama-sama menargetkan IPO pada 2026. Akses global terhadap model tercanggih adalah salah satu nilai jual utama bagi investor.
Insiden ini menjadi preseden penting bagi seluruh industri AI. Jika pemerintah AS bisa memerintahkan penarikan model karena satu celah jailbreak, maka setiap pengembang AI frontier, termasuk OpenAI, Google, dan Meta, berpotensi menghadapi tuntutan serupa di masa depan.***